Arsenal Berani Intai Julian Alvarez: Berta Lobi Atletico, Rivalitas dengan Barcelona Menguat
Baca dalam 60 detik
- Direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, dikabarkan menjalin komunikasi dengan Atletico Madrid untuk merekrut Julian Alvarez, meski klub Spanyol itu bersikukuh tidak akan melepasnya.
- Alvarez, yang telah mengoleksi 139 gol sepanjang karier senior klub, dianggap sebagai salah satu penyerang paling lengkap di dunia dan cocok dengan sistem Mikel Arteta.
- Barcelona masih menjadi pesaing utama, namun Atletico lebih memilih bernegosiasi dengan klub di luar La Liga daripada memperkuat rival domestik.

Arsenal belum menyerah memburu Julian Alvarez. Direktur olahraga anyar mereka, Andrea Berta, dikabarkan secara langsung menjalin komunikasi dengan mantan klubnya, Atletico Madrid, untuk membahas kemungkinan transfer pemain asal Argentina itu pada jendela musim panas mendatang. Namun, langkah The Gunners diprediksi bakal menemui jalan terjal mengingat sikap keras kepala klub La Liga tersebut.
Alvarez bukanlah nama sembarangan. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, ia telah memenangi hampir semua trofi bergengsi: Piala Dunia, Copa America, Liga Champions, Premier League, dan Copa Libertadores. Catatan golnya pun impresif—139 gol dalam 331 pertandingan senior klub, plus 15 gol untuk Timnas Argentina. Angka-angka itu menjelaskan mengapa klub-klub besar Eropa terus memburunya.
Menurut jurnalis talkSPORT Ben Jacobs, Arsenal terus menjajaki opsi untuk memboyong Alvarez meskipun sang pemain diketahui lebih memilih bergabung dengan Barcelona. Jacobs menambahkan bahwa Berta, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur olahraga Atletico, meyakini klub asal Madrid itu saat ini lebih bersedia bernegosiasi dengan klub di luar La Liga ketimbang memperkuat rival langsung mereka, Barcelona.
Namun, segala upaya itu tampak sia-sia. CEO Atletico Madrid, Miguel Ángel Gil Marín, dengan tegas menyatakan bahwa Alvarez tidak untuk dijual. Ia bahkan mengklaim klubnya akan menolak tawaran setinggi £170 juta. Pernyataan itu menegaskan betapa pentingnya peran Alvarez sejak didatangkan dari Manchester City pada 2024. Dalam 106 penampilan bersama Atletico, ia telah mencetak 49 gol dan menjadi andalan utama Diego Simeone di lini depan.
Bagi Arsenal, Alvarez dinilai sebagai tipe penyerang yang sangat cocok dengan sistem Mikel Arteta. Ia bukan sekadar penyelesai akhir, tetapi juga pekerja keras dalam pressing, pandai bergerak di sisi sayap, dan mampu menjadi penghubung permainan. Kemampuannya bermain sebagai ujung tombak atau di belakang striker lain memberi fleksibilitas taktis yang langka. Lebih dari itu, Alvarez telah membuktikan ketenangannya di panggung besar—dari final Piala Dunia hingga Treble Winner bersama City.
Di sisi lain, Barcelona belum sepenuhnya menyerah. Jika situasi berubah di kemudian hari, persaingan antara Arsenal dan Blaugrana bisa semakin memanas. Namun, untuk saat ini, Arsenal tampaknya lebih memilih menjaga komunikasi tetap terbuka sambil memantau perkembangan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan betapa agresifnya Arsenal di bawah arahan Berta. Jika berhasil, ini akan menjadi pernyataan ambisi serius The Gunners untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa. Namun, dengan sikap Atletico yang keras, pertanyaan besarnya adalah: sejauh mana Arsenal bersedia bernegosiasi, dan akankah Alvarez memaksakan kehendaknya untuk pindah?



