Aston Villa Buru Bakat Lebih Besar dari Manzambi: Roony Bardghji Incaran Baru
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa tengah mengincar winger Barcelona Roony Bardghji setelah sukses mendatangkan Johan Manzambi dari Freiburg.
- Bardghji jarang bermain di Barcelona karena bersaing dengan Raphinha dan Lamine Yamal, namun statistik per 90 menitnya di La Liga impresif.
- Langkah Villa merekrut pemain muda potensial yang minim menit bermain di klub besar bisa menjadi strategi jitu jika diberi kesempatan reguler.

Aston Villa tak hanya puas dengan satu rekrutan muda berbakat. Setelah mengamankan jasa gelandang Johan Manzambi dari Freiburg senilai hingga ยฃ49 juta, klub asal Birmingham itu kini mengarahkan radar ke Barcelona untuk memboyong winger Swedia, Roony Bardghji.
Menurut laporan Mundo Deportivo edisi Jumat, Aston Villa telah melakukan pendekatan awal kepada raksasa La Liga tersebut untuk membahas kemungkinan transfer pemain berusia 20 tahun itu. Keputusan akhir Barcelona dijadwalkan sebelum 27 Juli, dengan opsi transfer permanen atau peminjaman. Leeds United dan Fulham juga disebut-sebut tertarik.
Bardghji bergabung dengan Barcelona dari Copenhagen pada musim panas 2025, memilih langkah yang kontras dengan Manzambi. Alih-alih mencari klub dengan jalur reguler ke tim utama, Bardghji memilih klub elit dan hanya memulai tujuh pertandingan La Liga musim lalu. Ia harus bersaing dengan Raphinha dan Lamine Yamal, yang total mencetak 45 gol dan 24 assist di semua kompetisi.
Namun, statistik per 90 menit Bardghji justru lebih impresif dibanding Manzambi. Di La Liga, ia mencatatkan 0,26 expected assist (xA) dan 0,42 peluang besar per 90 menit, sementara Manzambi di Bundesliga hanya 0,22 xA dan 0,26 peluang besar. Angka ini menunjukkan potensi besar yang terpendam karena minimnya menit bermain.
Direktur olahraga Barcelona, Deco, pernah menyebut Bardghji "mirip dengan Lamine Yamal"โsama-sama winger kanan berkaki kiri yang suka memotong ke dalam. Namun, dengan Yamal yang masih muda dan menjadi andalan, Bardghji kesulitan menembus starting XI. Jurnalis David Ornstein mengungkapkan bahwa Bardghji bercita-cita menjadi "pemain terbaik dunia", tetapi ambisi itu sulit terwujud jika ia terus menjadi pemain pelapis.
Konteks bagi pembaca Indonesia: pergerakan Villa ini menarik karena klub Liga Inggris semakin agresif merekrut talenta muda potensial yang mungkin terpinggirkan di klub besar. Pola ini bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih berani memberikan kesempatan kepada pemain muda yang minim menit bermain di klub elite Eropa. Jika Bardghji pindah ke Villa dan mendapat menit bermain reguler, ia bisa menjadi contoh bagaimana pemain muda perlu memilih klub yang tepat untuk berkembang, bukan sekadar nama besar.
Pertanyaan besarnya: mampukah Aston Villa meyakinkan Bardghji untuk meninggalkan Barcelona dan memulai babak baru di Premier League? Ataukah ia akan bertahan dan terus berjuang menembus tim utama di Camp Nou? Keputusan akhir Barcelona pada akhir Juli akan menjadi penentu.



