Setelah Gagal Dapatkan Bellingham, Manchester United Incar 'Bellingham Swedia'
Baca dalam 60 detik
- Manchester United memulai negosiasi dengan Eintracht Frankfurt untuk merekrut gelandang Hugo Larsson, yang dianggap sebagai versi Swedia dari Jude Bellingham.
- Larsson, 22 tahun, memiliki profil statistik yang mirip dengan Bellingham saat di Malmo, termasuk akurasi umpan 87% dan kemampuan progresif yang tinggi.
- Kegagalan United mendatangkan Bellingham pada 2020 mendorong mereka beralih ke pemain muda potensial seperti Larsson, sejalan dengan strategi baru INEOS.

Manchester United kembali memburu gelandang muda berbakat setelah gagal mengamankan jasa Jude Bellingham pada 2020. Kini, klub asal Old Trafford itu dikabarkan telah membuka pembicaraan dengan Eintracht Frankfurt untuk merekrut Hugo Larsson, pemain Swedia berusia 22 tahun yang disebut-sebut sebagai 'Bellingham versi Swedia'. Langkah ini menjadi bagian dari strategi baru INEOS yang lebih mengutamakan pengembangan talenta muda ketimbang memburu nama-nama mahal yang kerap berujung kegagalan.
Menurut laporan Football Transfers, United dan Newcastle United telah menghubungi perwakilan Larsson. Pemain yang masih terikat kontrak hingga 2028 itu dikabarkan terbuka untuk meninggalkan Bundesliga pada musim panas ini. Frankfurt, yang tidak terburu-buru menjual, mematok harga sekitar โฌ50 juta (Rp 870 miliar) โ angka yang dianggap wajar untuk potensi besar yang dimiliki Larsson.
Kegagalan United merekrut Bellingham pada 2020 menjadi luka tersendiri. Saat itu, Ed Woodward dan jajaran direksi bahkan mengerahkan Eric Cantona dan Sir Alex Ferguson untuk membujuk remaja asal Birmingham tersebut. Legenda klub Bryan Robson bahkan mengaku yakin United akan mendapatkannya. Namun, Bellingham memilih Borussia Dortmund, lalu pindah ke Real Madrid, dan kini menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Kehilangan itu semakin terasa ketika United juga gagal mendapatkan Declan Rice dan Harry Kane, sementara rival sekota Manchester City sukses merekrut Elliot Anderson.
Hugo Larsson bukanlah nama yang asing di kancah sepak bola Eropa. Sebelum bergabung dengan Frankfurt pada 2023, ia mencuri perhatian di Malmo. Analis dan pencari bakat Como, Ben Mattinson, menilai bahwa secara statistik Larsson sangat mirip dengan Bellingham saat masih di Malmo. Bahkan, ia sempat direkomendasikan sebagai pengganti Bellingham di Dortmund. Dengan tinggi 188 cm, Larsson adalah gelandang box-to-box serba bisa yang berbeda dengan opsi yang dimiliki United saat ini.
Pada musim 2024/25, Larsson mencatatkan akurasi umpan 87% di Bundesliga โ jauh lebih baik dari Casemiro yang hanya 81% di Premier League. Ia juga berada di peringkat 12% teratas di lima liga top Eropa untuk persentase umpan progresif dan umpan ke depan per 90 menit. Meski musim 2025/26 tidak terlalu produktif, ia tetap menyumbang empat gol dan empat assist dari 21 start di liga.
Strategi INEOS yang fokus pada pemain muda seperti Larsson, Patrick Dorgu, dan Senne Lammens menunjukkan perubahan pendekatan setelah bertahun-tahun membuang dana besar untuk pemain yang tidak sesuai ekspektasi. Dengan Bruno Fernandes, Kobbie Mainoo, Andrey Santos, dan Youri Tielemans yang sudah ada di skuad, United mulai membangun lini tengah yang lebih muda dan dinamis untuk musim 2026/27.
Namun, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Larsson memenuhi ekspektasi setinggi Bellingham? Jika ia bisa mendekati level pemain Real Madrid itu, United mungkin akan mendapatkan kembali apa yang mereka lewatkan lima tahun lalu. Jika tidak, ini bisa menjadi cerita lain tentang peluang yang terbuang sia-sia.



