Fiorentina Amankan Pemain Timnas Pantai Gading: Oulai Terbang ke Italia, Nilai Transfer Capai Rp500 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Fiorentina resmi mendapatkan Christ Inao Oulai dari Trabzonspor dengan total paket transfer mencapai €29 juta plus klausul penjualan kembali.
- Pemain berusia 20 tahun itu sudah meneken kontrak di Istanbul dan dijadwalkan menjalani tes medis di Florence pada Sabtu.
- Oulai, yang tampil di Piala Dunia 2026, menjadi bukti agresivitas Fiorentina di bursa transfer dengan merekrut talenta muda Afrika.

Fiorentina memastikan kedatangan pemain sayap Pantai Gading, Christ Inao Oulai, setelah Trabzonspor menyetujui paket transfer senilai €25 juta plus bonus €4 juta dan 10 persen dari penjualan di masa depan. Pemain berusia 20 tahun itu terbang ke Italia pada Jumat malam dan akan menjalani tes medis pada Sabtu.
Kesepakatan ini terbilang cepat. Kontrak telah ditandatangani di Istanbul dengan pengawasan pengacara independen dari kedua klub. Menurut jurnalis Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, rincian biaya sudah final: €25 juta dibayar di muka, ditambah €4 juta dalam bentuk pencapaian tertentu, dan klausul 10 persen dari keuntungan penjualan di kemudian hari.
Oulai sebelumnya dibeli Trabzonspor dari Bastia pada musim panas lalu dengan harga €5,5 juta plus 20 persen dari keuntungan penjualan. Kini, hanya dalam satu musim, klub Turki itu meraup keuntungan besar—sekitar empat kali lipat dari investasi awal. Langkah ini menunjukkan model bisnis klub-klub Eropa yang makin agresif memanfaatkan talenta muda Afrika sebagai aset investasi.
Meski baru berusia 20 tahun pada April lalu, Oulai sudah mengoleksi 13 caps bersama tim senior Pantai Gading. Ia bahkan masuk dalam skuad Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pengalaman internasional ini menjadi nilai jual utama, apalagi ia tampil dalam 31 pertandingan untuk Trabzonspor musim lalu dengan catatan dua gol dan empat assist.
Namun, proses transfer tidak sepenuhnya mulus. Ada laporan mengenai ketegangan antara Oulai dan manajemen Trabzonspor. Klub disebut sempat memberi sinyal bahwa tidak akan mempertimbangkan tawaran lain, namun akhirnya melunak setelah Fiorentina mengajukan angka yang sulit ditolak. Situasi ini mencerminkan dinamika negosiasi yang kerap terjadi di bursa transfer Eropa, di mana pemain muda kerap menjadi objek tarik-menarik antara ambisi klub dan keinginan pribadi.
Bagi Fiorentina, perekrutan Oulai adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meremajakan skuad. Klub asal Florence itu dikenal getol memburu talenta muda Afrika dan Amerika Selatan. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Serie A masih menjadi destinasi menarik bagi pemain-pemain berbakat dari benua Afrika, meskipun persaingan dengan Liga Inggris dan Spanyol semakin ketat.
Dari sudut pandang Indonesia, transfer ini menarik untuk dicermati. Pasar sepak bola Indonesia mulai melirik pemain-pemain muda Afrika sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan pemain Eropa. Beberapa klub Liga 1 bahkan sudah mulai mendatangkan pemain asal Pantai Gading dan negara Afrika lainnya. Jika Oulai sukses di Italia, bukan tidak mungkin tren ini akan semakin kuat, mengingat harga pemain Afrika yang relatif lebih murah namun potensi jualnya tinggi.
Pertanyaan selanjutnya adalah: mampukah Oulai memenuhi ekspektasi di Florence? Dengan harga yang tidak murah, tekanan untuk tampil konsisten pasti besar. Namun, jika ia mampu beradaptasi dengan cepat, Fiorentina bisa mendapatkan pemain sayap lincah yang siap bersaing di Serie A dan Eropa.



