Pecah Rekor Major, Pegolf Australia Justru Kecewa: 'Saya Gagal ke 61'
Baca dalam 60 detik
- Lucas Herbert mencatatkan skor 62 pada putaran kedua The Open, menyamai rekor ronde terendah dalam sejarah turnamen major pria.
- Pegolf LIV Golf itu nyaris mencetak 61, namun gagal pada putt par lima kaki di hole 18, membuatnya harus puas berbagi rekor dengan Sam Burns.
- Pencapaian ini menempatkan Herbert sebagai pemimpin klasemen sementara, membuka peluang gelar major pertamanya akhir pekan ini.

Ambisi Lucas Herbert untuk mencatatkan sejarah baru di dunia golf major kandas di ujung lubang. Pegolf Australia berusia 30 tahun itu harus puas dengan skor 62 pada putaran kedua The Open Championship di Royal Birkdale, Jumat (17/7), setelah gagal mengonversi putt par sepanjang lima kaki yang seharusnya memberinya angka 61โrekor terendah sepanjang masa di turnamen major pria.
Herbert, yang dikenal sebagai penggemar berat statistik golf, mengaku kecewa namun tetap bangga. "Saya sangat kecewa, tetapi di saat yang sama bangga bisa masuk dalam daftar pemain yang pernah mencatat 62 di major. Perasaan campur aduk," ujarnya kepada wartawan. Putt yang meleset tipis di hole 18 membuatnya harus berbagi rekor dengan Sam Burns dari Amerika Serikat, yang beberapa saat kemudian juga mencatat 62 berkat chip-in di hole yang sama.
Pencapaian Herbert ini mengulang sejarah Branden Grace (2017), Rickie Fowler dan Xander Schauffele (2023), serta Schauffele dan Shane Lowry (2024). Namun, berbeda dengan Grace yang mencetak rekor saat bukan kandidat juara, Herbert justru memuncaki klasemen sementara The Open. "Saya ingin melakukan lebih dari sekadar menembak 62. Saya punya peluang besar dan siap bertarung di akhir pekan," tambahnya.
Bagi penggemar golf di Indonesia, momen ini menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara sejarah dan kekecewaan. Meski belum ada pegolf Indonesia yang berlaga di major, prestasi Herbert menunjukkan bahwa tekanan mental di level tertinggi olahraga ini sangat menentukan. "Saya tidak memukul putt yang buruk. Saya bisa tidur nyenyak malam ini karena tahu saya hanya salah membaca garis," kata Herbert, yang bermain di sirkuit LIV Golf.
Rekor 61 masih menjadi 'hantu' yang belum terpecahkan di major pria. Herbert nyaris menyentuhnya setelah memulai putaran kedua dengan tiga birdie beruntun. "Saya sadar rekor itu ada sejak awal. Saya hanya ingin tetap fokus pada permainan saya," ujarnya. Sayang, peluang emas di hole 17 dan 18 tak termanfaatkan maksimal.
Dengan keunggulan tiga pukulan, Herbert kini menjadi favorit. Namun, sejarah mencatat bahwa mempertahankan performa di akhir pekan The Open adalah tantangan tersendiri. Mampukah ia mengatasi kekecewaan dan mengukir namanya di trofi Claret Jug? Atau justru Burns atau pemain lain yang akan memanfaatkan celah?



