William Shatner, 95, Siap Gebrak Panggung Heavy Metal di Riot Fest
Baca dalam 60 detik
- Aktor legendaris Star Trek, William Shatner, akan debut live bersama band heavy metal The *uckers di Riot Fest Chicago pada 20 September.
- Penampilan ini akan membawakan ulang lagu-lagu lama Shatner serta materi baru dari album 'What the F Is Heavy Metal'.
- Langkah ini menandai petualangan baru di usia senja, setelah ia menjadi manusia tertua yang pernah ke luar angkasa pada 2021.

William Shatner, aktor ikonik yang dikenal sebagai Captain Kirk dalam serial Star Trek, akan menggebrak panggung heavy metal untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Pada September mendatang, pria berusia 95 tahun itu dijadwalkan tampil bersama band barunya, The *uckers, di festival Riot Fest yang digelar di Douglass Park, Chicago.
Penampilan yang dinanti-nantikan ini bukan sekadar nostalgia. Shatner menyebut musik sebagai bentuk eksplorasi, sama seperti luar angkasa. "Riot Fest adalah tempat di mana apa pun bisa terjadi. Kami akan menghadirkan volume, intensitas, dan beberapa kejutan," ujarnya dalam pernyataan resmi. Sang pendiri festival, Mike 'Riot Mike' Petryshyn, mengaku telah bertahun-tahun membujuk sang aktor untuk tampil. "Akhirnya dia terpengaruh. Saya tidak sabar melihat Shatner menjadi heavy," katanya.
The *uckers sendiri beranggotakan musisi-musisi papan atas, termasuk Marcus Nand (gitar), Fred Aching (drum), Britt Lightning (gitar), dan Phil Soussan (bass). Menurut laporan People, konser ini akan menyuguhkan aransemen ulang lagu-lagu lama Shatner serta materi baru dari album heavy metal bertajuk 'What the F Is Heavy Metal'. Shatner berkelakar bahwa judul album itu mencerminkan betapa sedikitnya pengetahuannya tentang genre tersebut.
Bagi penggemar musik di Indonesia, langkah Shatner ini mengingatkan pada semangat pantang menyerah para musisi senior Tanah Air yang masih aktif berkarya, seperti Iwan Fals atau Slank. Namun, Shatner membawa cerita yang lebih ekstrem: ia adalah manusia tertua yang pernah terbang ke luar angkasa, tepatnya pada Oktober 2021 lalu bersama roket New Shepard milik Jeff Bezos. Pengalaman itu, menurutnya, penuh ketegangan. Saat menaiki gantry setinggi 11 lantai, ia melihat gas hidrogen keluar dari ventilasi. "Saya masuk dengan gentar," kenangnya dalam sebuah acara bersama Neil deGrasse Tyson.
Ketegangan memuncak ketika pusat kendali melaporkan adanya 'anomali'. "Saya berpikir, 'Apa-apaan itu anomali?'" ujar Shatner. Namun, sebagai Captain Kirk sejati, ia tak bisa mundur. "Saya pikir, 'Saya tidak bisa, saya Kapten Kirk. Saya tidak bisa.'" G-force yang ia rasakan digambarkan seperti "gajah duduk di dada Anda". Setelah mendarat, ia menangis histeris di depan kamera, dan kemudian menyadari bahwa air matanya adalah ekspresi dukaโduka karena telah melihat Bumi dari ketinggian dan merasakan kerapuhannya.
Dengan semangat eksplorasi yang sama, Shatner kini siap 'meluncur' ke panggung heavy metal. Pertanyaannya, akankah aksi panggungnya se-ikonik perannya di Star Trek? Atau justru ini akan menjadi kejutan lain yang tak terduga?



