Buru Gelandang Eks Barcelona, Nottingham Forest Ungguli Aston Villa dan Sunderland
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest, Aston Villa, dan Sunderland mendapat tawaran mendatangkan Ilaix Moriba dari Celta Vigo dengan banderol murah £17 juta.
- Celta Vigo terpaksa menjual Moriba untuk menambal kerugian finansial €15 juta, membuka peluang bagi klub Premier League.
- Forest dinilai paling diuntungkan karena kebutuhan mendesak di lini tengah dan performa Moriba yang unggul dari target utama mereka, Lucas Bergvall.

Tiga klub Premier League — Nottingham Forest, Aston Villa, dan Sunderland — secara bersamaan mendapat kesempatan mendatangkan gelandang jebolan La Masia, Ilaix Moriba, setelah Celta Vigo membuka pintu keluar pemain berusia 23 tahun itu dengan harga miring di bursa transfer musim panas ini.
Moriba, yang pernah memperkuat Barcelona di level junior, kini menjadi komoditas panas setelah klub asal Galicia itu mengalami kesulitan keuangan. Laporan keuangan tahunan Celta Vigo mencatat kerugian mencapai €15 juta (sekitar £13 juta), mendorong manajemen untuk segera melakukan penjualan besar. Intermediator telah ditugaskan untuk mencari peminat dari Inggris, dan ketiga klub disebut telah menerima tawaran langsung untuk Moriba dengan banderol sekitar £17 juta — jauh di bawah klausul rilisnya yang mencapai £26 juta.
Dari tiga kandidat, Nottingham Forest muncul sebagai pihak yang paling membutuhkan. Setelah kehilangan Elliot Anderson dengan rekor transfer Inggris musim panas ini, lini tengah Forest menjadi prioritas utama. Upaya mereka mendatangkan Lucas Bergvall dari Tottenham Hotspur kandas setelah tawaran awal ditolak; Spurs mematok harga hampir £50 juta. Moriba, dengan harga sepertiganya, menjadi alternatif yang jauh lebih realistis.
Aston Villa, meskipun kerap dikaitkan dengan berbagai nama, tampaknya tidak terlalu membutuhkan gelandang baru. Klub asal Birmingham itu sudah mengamankan Johan Manzambi dan Joao Gomes untuk menggantikan Youri Tielemans yang hengkang ke Manchester United, serta Amadou Onana yang cedera ACL. Menambah Moriba justru bisa membuat skuad kelebihan pemain di posisi tersebut.
Sementara itu, Sunderland tengah mempertimbangkan masa depan Granit Xhaka yang berusia 33 tahun. Chelsea gagal memenuhi banderol yang diminta, tetapi ancaman kehilangan pemain veteran itu tetap nyata. Moriba bisa menjadi investasi jangka panjang yang bijak bagi The Black Cats.
Dari segi kualitas, Moriba bukanlah pemain sembarangan. Ia mencatatkan performa yang lebih baik dari Bergvall di beberapa aspek kunci, terutama dalam penguasaan bola dan kontribusi defensif. Jika Forest ingin mempertahankan kualitas lini tengah seperti yang dimiliki Anderson, mengalihkan target dari Bergvall ke Moriba adalah langkah yang masuk akal.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League memanfaatkan situasi finansial klub La Liga untuk mendapatkan pemain berkualitas dengan harga murah. Fenomena serupa kerap terjadi di liga-liga Eropa, di mana klub-klub besar Spanyol seperti Barcelona dan Celta Vigo harus menjual aset muda mereka untuk bertahan. Ke depannya, apakah Moriba akan menjadi salah satu rekrutan terbaik musim panas ini? Jawabannya tergantung pada kemampuannya beradaptasi dengan kerasnya Premier League.



