Seven & i Incar Ekspansi Eropa Lewat Akuisisi Saham Zabka
Baca dalam 60 detik
- Seven & i Holdings berencana membeli saham operator minimarket Polandia, Zabka Group, dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar.
- Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi geografis di tengah tekanan investor atas kinerja bisnis yang lesu.
- Ekspansi ke Eropa Timur diharapkan memberikan sinergi baru, meski analis mempertanyakan efektivitasnya sebagai tameng akuisisi.

Saham Seven & i Holdings, induk usaha jaringan minimarket 7-Eleven, melonjak 3 persen di Bursa Tokyo setelah perusahaan mengonfirmasi negosiasi pembelian saham Zabka Group, operator gerai serba ada asal Polandia. Langkah ini menjadi sinyal ambisi ekspansi perusahaan ke pasar Eropa Timur di tengah tekanan investor untuk memperbaiki kinerja keuangan.
Menurut laporan Nikkei, nilai investasi yang digelontorkan diperkirakan mencapai beberapa ratus miliar yen, setara dengan miliaran dolar AS. Zabka sendiri memiliki kapitalisasi pasar sekitar 8 miliar dolar AS dan mengelola lebih dari 13.000 gerai di Polandia dan Rumania. Akuisisi ini akan memperluas jejak Seven & i di luar basis utama Jepang dan Amerika Utara, serta memperkuat posisi Eropa sebagai "pilar pertumbuhan keempat" perusahaan.
Keputusan ini diambil di bawah kepemimpinan CEO Stephen Dacus yang mulai menjabat tahun lalu. Sejak awal masa jabatannya, Dacus berupaya membalikkan tren bisnis yang stagnan, terutama setelah gagalnya upakuisisi oleh raksasa ritel Kanada, Alimentation Couche-Tard, tahun lalu. Kegagalan tersebut memicu tekanan dari pemegang saham yang menuntut fokus pada bisnis inti dan peningkatan imbal hasil.
Analis memandang Zabka sebagai target yang lebih matang dibanding akuisisi sebelumnya. "Tidak seperti akuisisi sebelumnya, Zabka tidak perlu dirombak besar-besaran," ujar Amir Anvarzadeh, strategis ekuitas Jepang di Asymmetric Advisors. Ia menambahkan, meskipun baru sebatas pembelian saham, langkah ini bisa membuka peluang kerja sama yang lebih erat di masa depan.
Di sisi lain, langkah Seven & i ini juga diiringi rencana penggalangan dana dari SoftBank Corp, PayPay, dan Sumitomo Mitsui Card yang dilaporkan siap menyuntikkan dana ratusan miliar yen. Namun, analis Bernstein mengkritik strategi tersebut sebagai "sejarah kekalahan digital" dan bentuk "pembelian pertahanan akuisisi dengan uang pemegang saham". Menurut mereka, Seven & i menutup kelemahan terbesarnya dengan modal eksternal dan memasang pemegang saham yang ramah sebagai tameng.
Bagi pasar Indonesia, ekspansi Seven & i ke Eropa Timur mencerminkan tren konsolidasi ritel global yang semakin agresif. Meski belum berdampak langsung, langkah ini bisa memicu persaingan di kawasan Asia Tenggara, terutama jika Seven & i mengalihkan fokus dari pasar domestik Jepang yang jenuh. Perusahaan ritel Indonesia seperti Alfamart dan Indomaret patut mencermati strategi diversifikasi ini sebagai pelajaran dalam menghadapi tekanan investor dan persaingan regional.
SMBC Nikko analyst Kuni Kanamori menilai Zabka sebagai kisah sukses yang potensial. "Pertanyaannya sekarang adalah sinergi seperti apa yang bisa muncul jika kesepakatan ini terwujud," katanya. Ke depan, keberhasilan integrasi Zabka akan menjadi ujian bagi kemampuan Seven & i dalam mengelola portofolio global di tengah ketidakpastian ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.



