Chelsea Siapkan €100 Juta untuk Yan Diomande, Garnacho Terdepak
Baca dalam 60 detik
- Chelsea berencana melepas Alejandro Garnacho setelah satu musim yang mengecewakan, dengan banderol £50 juta.
- Klub London Barat itu menyiapkan tawaran €100 juta untuk merekrut Yan Diomande dari RB Leipzig, plus opsi pinjam kembali.
- Diomande, yang disebut sebagai talenta generasi, dianggap sebagai peningkatan signifikan dibandingkan Garnacho di sisi sayap.

Chelsea bersiap memasuki era baru di bawah arahan Xabi Alonso dengan langkah berani di bursa transfer: melepas Alejandro Garnacho yang baru setahun berseragam biru dan membidik bintang muda RB Leipzig, Yan Diomande, dengan nilai transfer yang bisa menembus £101 juta.
Keputusan untuk menjual Garnacho diambil setelah performa pemain Argentina itu jauh dari harapan. Didatangkan dari Manchester United dengan harga £40 juta pada musim panas 2025, ia hanya mampu mencetak satu gol di Liga Primer Inggris dari 14 kali menjadi starter. Chelsea sendiri finis di peringkat kesepuluh klasemen akhir musim 2025/26, sebuah hasil yang memicu pergantian pelatih hingga dua kali sebelum Calum McFarlane mengambil alih sebagai pelatih interim.
Menurut laporan Sky Sports, Chelsea sudah memberi sinyal akan menerima tawaran sekitar £50 juta untuk Garnacho. AS Roma disebut tertarik, dan Serie A mungkin menjadi destinasi yang lebih cocok bagi pemain berusia 22 tahun itu. Namun, Chelsea tidak berniat membiarkan posisi sayap kiri kosong. Mereka mengincar Diomande, pemain sayap Pantai Gading berusia 19 tahun yang musim lalu mencetak 13 gol dan 10 assist di Bundesliga bersama RB Leipzig.
Yang menarik, Chelsea tidak hanya siap mengeluarkan dana besar—€100 juta atau sekitar £87 juta—tetapi juga menawarkan opsi meminjamkan Diomande kembali ke Leipzig untuk musim 2026/27. Klausul ini diyakini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi klub Jerman yang masih membanderol pemainnya dengan harga €120 juta (£101 juta). Liverpool dan Paris Saint-Germain juga dikabarkan mengincar pemain yang disebut sebagai "talenta generasi" oleh jurnalis Bence Bocsak itu, namun Chelsea optimistis dapat memenangkan persaingan.
Perbandingan statistik antara Garnacho dan Diomande menunjukkan kesenjangan yang jelas. Garnacho melewatkan tujuh peluang emas di Liga Primer musim lalu, sementara Diomande hanya enam di Bundesliga—padahal ia bermain lebih banyak dan mencetak 12 gol. Kemampuan Diomande bermain di kedua sisi sayap juga memberikan fleksibilitas taktis yang dibutuhkan Alonso. Dengan absennya Chelsea dari kompetisi Eropa musim depan, merekrut pemain sekaliber Diomande menjadi sinyal ambisi untuk segera bangkit.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Chelsea ini menarik untuk diikuti. Bursa transfer musim panas selalu menjadi tontonan yang tidak kalah seru dari pertandingan. Keputusan Chelsea melepas Garnacho dengan harga lebih tinggi dari harga beli menunjukkan strategi bisnis yang agresif, sementara upaya merekrut Diomande menegaskan bahwa klub tidak segan mengeluarkan dana besar demi pemain muda potensial. Jika transfer ini terwujud, Diomande akan menjadi salah satu pemain termahal di dunia, sejajar dengan nama-nama seperti Jude Bellingham atau Kylian Mbappé.
Pertanyaan besarnya: apakah Diomande mampu beradaptasi dengan kerasnya Liga Primer Inggris? Ataukah ia akan bernasib seperti Garnacho yang tenggelam di Stamford Bridge? Musim depan akan menjadi jawabannya.



