Kapal Tenggelam di Perairan Selayar: 1 Tewas, 24 Hilang, Puluhan Selamat
Baca dalam 60 detik
- Sebuah kapal penumpang tenggelam di dekat Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, akibat kerusakan mesin; satu orang ditemukan tewas dan 24 lainnya masih dalam pencarian.
- Dari 74 penumpang yang terverifikasi, 49 berhasil diselamatkan; perbedaan data manifes (50 orang) dengan jumlah aktual menjadi sorotan terkait lemahnya pengawasan.
- Kecelakaan laut kembali terjadi di Indonesia, menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang kerap diabaikan dan cuaca buruk sebagai faktor pemicu.

Kecelakaan laut kembali mengguncang perairan Indonesia. Sebuah kapal penumpang dilaporkan tenggelam di dekat Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (17/7/2026). Insiden ini menewaskan satu orang dan menyebabkan 24 penumpang lainnya hilang, sementara puluhan lainnya berhasil dievakuasi.
Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) setempat, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa kapal mengalami kerusakan mesin saat berlayar. Awak kapal tidak mampu memperbaiki mesin, sehingga nahkoda meminta evakuasi kepada otoritas setempat. Namun, ketika tim penyelamat tiba, kapal sudah dalam kondisi sebagian tenggelam.
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penumpang yang tercatat dalam manifes sebanyak 50 orang, tetapi setelah verifikasi lapangan, ternyata terdapat 74 orang di dalam kapal. Perbedaan angka ini menjadi sorotan karena praktik semacam itu kerap terjadi di Indonesia, di mana jumlah penumpang aktual sering tidak sesuai dengan dokumen resmi.
Arif menambahkan bahwa pencarian masih berlangsung hingga malam hari dengan bantuan kapal perang TNI Angkatan Laut. Tim penyelamat terus menyisir perairan sekitar untuk menemukan korban hilang. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan tambahan dalam operasi ini.
Kecelakaan laut di Indonesia bukanlah hal yang asing. Negara kepulauan dengan ribuan pulau ini sangat bergantung pada transportasi laut, namun standar keselamatan yang longgar dan cuaca ekstrem kerap menjadi pemicu musibah. Data menunjukkan bahwa kecelakaan kapal penumpang terjadi hampir setiap tahun, dengan korban jiwa yang tidak sedikit. Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan berbagai regulasi, tetapi implementasi di lapangan masih lemah.
Peristiwa di Selayar ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap kapal-kapal penumpang, terutama dalam hal kelayakan kapal, jumlah penumpang, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Pertanyaan yang muncul: akankah insiden ini mendorong perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional, atau hanya akan menjadi catatan duka yang berlalu begitu saja?



