Mendikdasmen Abdul Mu'ti Peringatkan Siswa Baru: Jauhi Ponsel Saat Tidur, Stop 'Sleep Call'
Baca dalam 60 detik
- Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengimbau siswa baru SMAN 2 Praya untuk tidak tidur dengan ponsel dan menghindari kebiasaan sleep call demi kualitas tidur.
- Sleep call, yang kerap dilakukan remaja untuk mempererat hubungan, justru dapat mengganggu pola tidur dan menurunkan konsentrasi belajar.
- Kunjungan Mu'ti ke Lombok menegaskan pentingnya disiplin digital sejak dini sebagai fondasi kesuksesan akademik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara tegas mengingatkan para siswa baru untuk tidak membawa ponsel ke tempat tidur dan menghentikan kebiasaan sleep call—bertelepon hingga tertidur—demi menjaga kualitas istirahat malam. Imbauan itu disampaikan saat meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7).
Dalam kunjungannya, Mu'ti menyoroti fenomena sleep call yang kian marak di kalangan remaja. Kegiatan menelepon pasangan atau teman, baik melalui suara maupun video, hingga tertidur dinilai dapat mengganggu siklus tidur alami. Menurut sebuah artikel di Indonesian Health Science Journal, praktik ini berpotensi menurunkan kualitas tidur dan memicu kelelahan di siang hari. Mu'ti pun berpesan agar siswa tidak menjadi "manusia kelelawar" yang aktif di malam hari dan mengantuk saat belajar.
"Taruh HP minimal satu meter dari tempat anda tidur, jangan meniduri HP apalagi ditiduri HP. Sayangi otak anda," ujar Mu'ti di hadapan ratusan siswa baru berseragam putih-abu-abu. Ia juga menekankan pentingnya pola tidur teratur agar semangat belajar tetap terjaga. Pesan ini menjadi pengingat bahwa disiplin digital merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa.
Selain soal kebiasaan tidur, Mu'ti juga menekankan pentingnya jiwa sosial di tengah derasnya arus media sosial. Ia mengingatkan bahwa interaksi langsung dan solidaritas sesama siswa tak boleh tergerus oleh gawai. "Jiwa sosial yang tinggi adalah hal yang paling penting dimiliki siswa, terlebih dengan zaman media sosial saat ini," tegasnya. Hal ini menjadi pengingat bahwa teknologi harus digunakan secara bijak, bukan menggantikan hubungan antarmanusia.
Dalam sambutannya, Mu'ti menyemangati para siswa baru untuk tidak rendah diri meski berasal dari desa atau bukan anak pejabat. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama meraih kesuksesan. "Banyak tokoh hebat, mereka tidak begitu saja menjadi tokoh yang hebat tetapi melalui proses yang sangat panjang," ujarnya. Ia pun meminta siswa menanamkan mental kuat dan percaya diri agar cita-cita tercapai.
Kunjungan ini menjadi momentum bagi Mendikdasmen untuk menyampaikan pesan langsung kepada generasi muda di daerah. Dengan mengawali tahun ajaran baru, diharapkan siswa mampu mengelola waktu antara belajar, bersosialisasi, dan istirahat secara seimbang. Pertanyaannya, akankah imbauan ini diikuti dengan kebijakan sekolah yang lebih ketat terkait penggunaan ponsel di lingkungan pendidikan?



