Al-Hilal Berburu Fikayo Tomori, AC Milan Pasang Harga Rp350 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Klub Saudi Al-Hilal mengajukan tawaran โฌ12-13 juta untuk bek AC Milan Fikayo Tomori, namun masih jauh dari banderol โฌ20 juta yang diminta Rossoneri.
- Kedatangan Mario Gila dari Lazio membuat posisi Tomori di lini belakang Milan tergusur, dan kontraknya yang tersisa setahun memperkuat spekulasi hengkang.
- Tomori lebih memilih kembali ke Premier League, tetapi minat klub Inggris masih sebatas penjajakan, sementara Juventus menunggu penjualan pemainnya sendiri.

Bek tengah asal Inggris Fikayo Tomori semakin dekat dengan pintu keluar San Siro setelah Al-Hilal menjadi klub terbaru yang menyatakan minatnya. Klub raksasa Arab Saudi itu dikabarkan telah mengajukan tawaran awal kepada AC Milan, namun nominal yang disodorkan masih jauh dari ekspektasi.
Menurut laporan Calciomercato.com yang dikutip MilanNews24, Al-Hilal menawarkan angka sekitar โฌ12-13 juta untuk pemain berusia 27 tahun tersebut. Bandingkan dengan harga yang dipatok Milan: โฌ20 juta atau setara Rp350 miliar. Selisih yang cukup lebar membuat negosiasi masih panjang, meski kedua pihak sama-sama serius.
Kepergian Tomori sebenarnya sudah terbayang sejak awal bursa. Kedatangan Mario Gila dari Lazio mengubah hierarki di lini pertahanan Milan. Bek asal Spanyol itu langsung menjadi pilihan utama Stefano Pioli, mendorong Tomori ke bangku cadangan. Pemain yang pernah membela Chelsea itu pun sadar bahwa menit bermain reguler hanya bisa ia dapatkan di tempat lain.
Kontrak Tomori di Milan tersisa hingga Juni 2025, dan belum ada tanda-tanda perpanjangan. Menjualnya sekarang menjadi langkah logis bagi klub, apalagi secara pembukuan Milan hanya mencatat sisa nilai buku โฌ5,7 juta. Artinya, tawaran di atas angka itu sudah menghasilkan keuntungan modal. Dengan kata lain, meski Al-Hilal belum memenuhi banderol, negosiasi masih mungkin berujung kesepakatan.
Namun, preferensi pribadi Tomori bisa menjadi batu sandungan. Pemain yang sempat membela timnas Inggris itu lebih memilih kembali ke Premier League. Beberapa klub Inggris telah melakukan kontak awal, namun belum ada tawaran resmi. Sementara itu, Juventus yang sejak lama meminatinya masih menunggu hasil penjualan pemain mereka sendiri sebelum bergerak.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga Tomori menarik untuk diikuti karena menunjukkan dinamika bursa transfer global. Klub-klub Saudi seperti Al-Hilal terus mengincar pemain top Eropa, menawarkan gaji besar, namun kerap kalah saing dengan Premier League dalam hal gengsi. Kasus Tomori bisa menjadi tolok ukur sejauh mana daya tarik Liga Saudi mampu mengalahkan ambisi pemain untuk bermain di kompetisi teratas Eropa.
Jika akhirnya hengkang ke Al-Hilal, Tomori akan bergabung dengan deretan bintang seperti Neymar, Ruben Neves, dan Sergej Milinkovic-Savic. Namun jika ia bersikeras ke Inggris, Milan harus bersabar menunggu klub seperti Newcastle, Aston Villa, atau West Ham yang mungkin membutuhkan bek tengah. Pertanyaan besarnya: akankah ada klub Premier League yang bergerak cepat, atau justru Al-Hilal yang akan menaikkan tawaran?



