Komentar Pedas soal VAR Berujung Hukuman: Gelandang Motherwell Disanksi Empat Laga
Baca dalam 60 detik
- Elliot Watt dari Motherwell menerima skorsing langsung empat pertandingan domestik setelah mengakui pelanggaran aturan SFA terkait kritik terhadap keputusan VAR.
- Insiden ini memicu denda ยฃ5.000 bagi Motherwell dan panggilan terhadap pelatih Derek McInnes, mempertegas sikap tegas otoritas sepak bola Skotlandia terhadap komentar ofisial.
- Meski terkena sanksi domestik, Watt tetap bisa tampil di ajang Eropa, sementara rumor transfer ke klub Turki Samsunspor mulai merebak.

Gelandang Motherwell, Elliot Watt, harus menerima konsekuensi dari pernyataan pedasnya di media sosial. Pemain berusia 26 tahun itu langsung diskors empat pertandingan domestik setelah mengakui pelanggaran aturan disiplin Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) terkait komentarnya seusai laga melawan Celtic pada Mei lalu.
Watt, yang mencetak gol pembuka dalam pertandingan tersebut, meluapkan kekesalannya di platform X dengan menyebut keputusan penalti kontroversial yang diberikan wasit sebagai "keputusan VAR terburuk dalam sejarah". Penalti itu dieksekusi Kelechi Iheanacho setelah Sam Nicholson dianggap melakukan handball, dan Celtic akhirnya menang 3-2 di Fir Park pada 13 Mei. Kemenangan itu mengantarkan Celtic meraih gelar juara Liga Utama Skotlandia.
Aturan 72 SFA melarang pemain mengkritik keputusan ofisial atau membuat pernyataan yang menyerang karakter wasit. Watt mengakui pelanggaran tersebut dan menerima hukuman tanpa melalui sidang lebih lanjut. Tak hanya pemain, klub Motherwell juga dijatuhi denda ยฃ5.000 karena unggahan di media sosial yang dianggap mendukung kritik Watt. Unggahan klub berbunyi: "Saat dunia sepak bola menertawakan permainan kami, kami harus menarik garis dan mengalihkan fokus."
Kepala wasit SFA, Willie Collum, dalam tinjauan rutinnya menegaskan bahwa keputusan penalti tersebut sudah benar. Namun, pernyataan itu tak meredakan kontroversi. Pelatih Hearts saat itu, Derek McInnes, yang timnya kalah tipis dalam perebutan gelar di hari terakhir, juga dipanggil karena menyebut keputusan itu "memuakkan". Sidangnya dijadwalkan pada 22 Juli.
Hukuman ini menambah daftar panjang sanksi bagi Watt. Di laga terakhir Motherwell musim lalu, ia mendapat kartu merah setelah dua kartu kuning saat melawan Hibernian. Dengan demikian, total ia akan absen di lima pertandingan domestik. Namun, Watt tetap bisa bermain di kompetisi Eropa. Motherwell akan menghadapi tim asal Kepulauan Faroe, Havnar Boltfelag, pada putaran kualifikasi kedua Liga Conference pada 23 dan 30 Juli.
Kontroversi VAR kembali menjadi sorotan di sepak bola Skotlandia. Keputusan yang memicu reaksi keras dari pemain dan pelatih ini menunjukkan betapa sensitifnya hubungan antara ofisial pertandingan dan para pelaku sepak bola. SFA tampaknya berusaha menegakkan disiplin dengan tegas, meskipun beberapa pihak menilai sanksi terlalu berat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi di media sosial tetap memiliki batasan, terutama jika menyangkut integritas pertandingan. Di Indonesia, aturan serupa juga diterapkan oleh PSSI, meskipun penegakannya masih sering dipertanyakan. Kasus Watt bisa menjadi referensi bagaimana otoritas sepak bola di negara lain menangani kritik terhadap wasit.
Ke depan, Watt harus fokus pada pemulihan kariernya. Dengan rumor ketertarikan dari Samsunspor, masa depannya di Motherwell mungkin akan segera berakhir. Pertanyaan besarnya: akankah hukuman ini memengaruhi peluang transfernya? Atau justru sebaliknya, ia akan membuktikan diri di panggung Eropa?



