Borthwick Pertahankan Formasi: Inggris Tak Ubah Susunan Pemain Hadapi Argentina
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Steve Borthwick mempertahankan 15 pemain inti yang sama saat Inggris menjamu Argentina di laga terakhir tur musim panas, meski ada pemain baru yang tampil impresif.
- Dua pemain debutan, Benhard Janse van Rensburg dan Noah Caluori, serta pencetak try produktif Henry Pollock, masih harus puas di bangku cadangan.
- Laga ini menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia Rugby 2027, dengan Inggris dijadwalkan menjalani 10 pertandingan uji coba penuh hingga awal tahun depan.

Pelatih kepala Inggris Steve Borthwick memutuskan untuk tidak mengubah susunan pemain inti saat timnya menghadapi Argentina di Santiago del Estero, Sabtu (18/7) malam WIB. Keputusan ini diambil meskipun beberapa pemain baru seperti Benhard Janse van Rensburg, Noah Caluori, dan Henry Pollock menunjukkan performa gemilang pada laga sebelumnya melawan Fiji.
Dalam pertandingan terakhir tur musim panas ini, Borthwick tetap mempercayakan duet tengah Seb Atkinson dan Henry Slade yang baru pertama kali dipasangkan saat menghancurkan Fiji 73-8 pekan lalu. Tommy Freeman, yang sebelumnya dimainkan di lini tengah, kembali ke posisi aslinya sebagai sayap. Sementara itu, Jack van Poortvliet kembali menjadi pengatur serangan dari posisi scrum-half untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Keputusan Borthwick untuk tidak menurunkan Pollock sejak awal cukup mengejutkan. Pemain belakang yang telah mencetak enam try meski sebagian besar tampil sebagai pemain pengganti ini menjadi salah satu ancaman utama bagi pertahanan lawan. Bersama Caluori, pemain termuda yang memuncaki daftar pencetak try domestik bersama Saracens, mereka dianggap layak mendapat kesempatan starter. Namun, Borthwick memilih untuk mempertahankan konsistensi tim.
Satu nama yang menarik perhatian adalah Emmanuel Iyogun, pemain prop Northampton yang diprediksi akan menjalani debut internasionalnya setelah masuk dalam daftar pemain pengganti. Asher Opoku-Fordjour, yang sebelumnya menggantikan Ellis Genge saat melawan Fiji, juga siap dimainkan di posisi aslinya sebagai cadangan tight-head.
Bagi Indonesia, pertandingan ini bisa menjadi tontonan menarik mengingat semakin populernya rugby di Tanah Air. Meski belum setenar sepak bola, olahraga ini mulai mendapat perhatian, terutama setelah tim nasional Indonesia berpartisipasi dalam ajang internasional. Pertandingan Inggris vs Argentina juga bisa menjadi referensi bagi pengembangan rugby nasional, khususnya dalam hal strategi dan pembinaan pemain muda.
โKami memperkirakan atmosfer luar biasa dengan dukungan penuh dari pendukung tuan rumah. Ini akan menjadi momen besar yang dinanti-nantikan para pemain,โ ujar Steve Borthwick dalam konferensi pers.
Laga ini juga menjadi bagian dari persiapan panjang Inggris menuju Piala Dunia Rugby 2027. Setelah menghadapi Argentina, Inggris akan menjalani serangkaian pertandingan musim gugur melawan Selandia Baru, Australia, Jepang, dan satu lawan dari belahan bumi selatan yang belum ditentukan dalam final Nations Championship. Selanjutnya, mereka akan mengikuti Six Nations yang dimulai dengan laga tandang melawan Irlandia, sebelum akhirnya mempersiapkan diri untuk turnamen utama.
Dengan hanya 10 pertandingan uji coba tersisa hingga Piala Dunia, Borthwick tampaknya ingin membangun kekompakan tim inti. Namun, keputusan untuk tidak memberikan menit bermain lebih banyak kepada pemain muda seperti Pollock dan Caluori bisa menjadi pertanyaan besar: apakah Inggris siap menghadapi tim-tim kuat tanpa mencoba variasi formasi? Atau justru konsistensi ini yang akan membawa mereka meraih sukses di Australia dua tahun mendatang?



