Skotlandia Lakukan 14 Perubahan untuk Hadapi Fiji, Darcy Graham Kembali
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Gregor Townsend merombak hampir seluruh skuad Skotlandia untuk laga Nations Championship melawan Fiji, dengan hanya satu pemain yang dipertahankan dari laga sebelumnya.
- Pemecah rekor try Skotlandia, Darcy Graham, kembali memperkuat tim setelah absen, sementara dua pemain lain menjalani debut starter.
- Fiji datang ke Murrayfield dalam tekanan setelah dua kekalahan telak, diprediksi akan memberikan perlawanan sengit untuk membalikkan momentum.

Pelatih kepala Skotlandia, Gregor Townsend, mengambil langkah berani dengan merombak hampir seluruh komposisi tim menjelang laga Nations Championship melawan Fiji di Murrayfield, Sabtu (27/7). Dari 15 pemain inti yang diturunkan, hanya satu nama yang dipertahankan dari starting line-up pekan lalu saat menghadapi Afrika Selatan: Gregor Brown, yang kali ini bergeser dari posisi lock menjadi nomor delapan. Keputusan ini menandai strategi rotasi agresif Townsend untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus memberi kesempatan bagi talenta baru.
Darcy Graham, pencetak try terbanyak sepanjang sejarah Skotlandia, kembali masuk dalam skuad inti setelah absen pada laga sebelumnya. Ia akan berduet dengan Duhan van der Merwe dan Tom Jordan di lini belakang yang diyakini mampu merepotkan pertahanan Fiji. Di lini tengah, Stafford McDowall dipercaya sebagai kapten tim, berpasangan dengan rekannya di Glasgow Warriors, Ollie Smith. Sementara itu, duet George Horne dan Fergus Burke akan mengatur serangan dari posisi half-back.
Di sektor depan, Townsend memberikan kepercayaan kepada Gregor Hiddleston untuk pertama kalinya menjadi starter sebagai hooker, setelah penampilannya yang impresif saat masuk dari bangku cadangan melawan Argentina dan Afrika Selatan. Ia akan diapit oleh pilar berpengalaman Rory Sutherland dan D'Arcy Rae. Jonny Gray dan Max Williamson menjadi duet di barisan kedua, sementara Josh Bayliss dan Freddy Douglas—yang juga menjalani debut starter—akan mengapit Brown di dasar scrum. Di bangku cadangan, Townsend memilih formasi enam pemain depan dan dua pemain belakang, termasuk hooker muda Seb Stephen yang berusia 20 tahun dan siap menjalani caps pertamanya.
Laga ini menjadi penutup rangkaian tur musim panas Skotlandia di Nations Championship. Sebelumnya, mereka berhasil mengalahkan Argentina di Cordoba, namun harus mengakui keunggulan Afrika Selatan di Pretoria dalam pertandingan yang berakhir dengan skor tipis. Menariknya, meskipun laga digelar di Murrayfield, Skotlandia tercatat sebagai tim tamu—sebuah anomali yang kerap terjadi dalam format turnamen ini. Sementara itu, Fiji datang dengan modal kurang meyakinkan setelah dua kekalahan beruntun: kalah 24-39 dari Wales di Cardiff, dan dihajar telak 73-8 oleh Inggris akhir pekan lalu. Kondisi ini membuat Fiji diprediksi akan tampil ngotot untuk membalas kekalahan dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Bagi penggemar rugbi di Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim besar seperti Skotlandia mengelola rotasi pemain di tengah jadwal padat. Keputusan Townsend untuk memberikan menit bermain kepada pemain muda seperti Hiddleston dan Douglas bisa menjadi contoh bagi pengembangan bakat di Tanah Air, di mana manajemen beban pemain masih menjadi tantangan. Selain itu, performa Fiji yang tengah terpuruk juga menjadi pengingat bahwa dalam olahraga profesional, konsistensi adalah kunci utama.
Pertanyaan besarnya, apakah strategi rotasi total Townsend akan berbuah manis atau justru menjadi bumerang? Dengan Fiji yang haus kemenangan dan Skotlandia yang ingin mengakhiri tur dengan catatan positif, laga di Murrayfield diprediksi berjalan sengit. Satu hal yang pasti, para penggemar rugbi di seluruh dunia akan menyaksikan pertarungan antara dua tim yang sama-sama memiliki motivasi tinggi.



