Spider-Man: Brand New Day Beralih Sutradara, Produser Puji Sentuhan Emosional Destin Daniel Cretton
Baca dalam 60 detik
- Film Spider-Man keempat Tom Holland akan disutradarai Destin Daniel Cretton, menggantikan Jon Watts yang mundur karena kelelahan.
- Produser Amy Pascal memuji kemampuan Cretton memadukan aksi dengan emosi dan karakter, berbeda dari pendekatan Watts sebelumnya.
- Cerita Brand New Day membalik formula klasik: Peter Parker justru memilih menjadi Spider-Man sepenuhnya dan kehilangan sisi manusianya.

Marvel Studios kembali mengguncang jagat sinema superhero dengan menunjuk Destin Daniel Cretton, sutradara Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, untuk mengarahkan Spider-Man: Brand New Day. Keputusan ini menandai perubahan besar setelah Jon Watts, yang menyutradarai tiga film Spider-Man sebelumnya, memutuskan mundur karena kelelahan. Produser Amy Pascal mengungkapkan bahwa Cretton berhasil menghadirkan dimensi emosional yang lebih dalam pada film keempat Tom Holland ini.
Pascal, dalam wawancaranya dengan SFX Magazine, mengaku terkesan dengan pendekatan Cretton. "Dia benar-benar membuat kami tercengang. Kami berharap dia akan terus membuat film Spider-Man bersama kami," ujarnya. Menurut Pascal, Cretton bukan hanya jagoan dalam adegan aksi, tetapi setiap momen dalam film ini lahir dari emosi, hati, dan karakter. "Meski kami senang bekerja dengan Jon, Destin menciptakan sesuatu yang benar-benar istimewa," tambahnya.
Pergantian sutradara ini juga diikuti dengan perubahan arah cerita yang berani. Alih-alih mengikuti formula klasik di mana Peter Parker bergulat antara identitas manusia dan superhero-nya, Brand New Day justru menempatkan Peter pada posisi ekstrem: ia kehilangan kemanusiaannya dan memilih untuk sepenuhnya menjadi Spider-Man. Akibat mantra Doctor Strange di akhir No Way Home, kekasihnya MJ (Zendaya) dan sahabat Ned (Jacob Batalon) tidak lagi mengingat siapa dirinya. "Kami sengaja melakukan kebalikan dari cerita-cerita sebelumnya. Peter hampir kehilangan sisi manusianya, dan kemudian menyadari itu tidak mungkin," jelas Pascal.
Selain Cretton, keterlibatan Tom Holland juga menjadi faktor kunci. Aktor yang juga membintangi The Odyssey arahan Christopher Nolan ini kini memiliki peran lebih besar di belakang layar, termasuk menyumbang gagasan cerita, memberikan masukan untuk kostum baru Spider-Man, hingga duduk bersama tim produksi menonton hasil editan pertama. "Dia sangat cerdas. Setelah memerankan Spider-Man selama sepuluh tahun, tidak ada sumber yang lebih baik darinya untuk memahami siapa Peter Parker," puji Pascal.
Keputusan Watts mundur bukan tanpa alasan. Sutradara yang sebelumnya dijadwalkan menangani The Fantastic Four itu mengaku kelelahan setelah tiga film berturut-turut. Dalam wawancara dengan Collider, ia mengatakan, "Saya tahu saya tidak memiliki apa yang diperlukan untuk membuat film itu hebat. Saya kehabisan tenaga. Semua orang di Marvel sangat memahami." Pernyataan ini menegaskan bahwa tekanan produksi film superhero skala besar bisa sangat menguras energi kreatif.
Bagi penggemar di Indonesia, pergeseran ini menarik untuk dicermati. Film Spider-Man selalu memiliki basis penggemar kuat di Tanah Air, dan pendekatan baru yang lebih emosional bisa menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, kesuksesan Shang-Chi yang juga tayang di Indonesia menunjukkan bahwa Cretton mampu menyajikan aksi spektakuler tanpa mengorbankan kedalaman cerita. Pertanyaan besarnya: akankah Brand New Day mampu memenuhi ekspektasi tinggi setelah No Way Home yang fenomenal?
Dengan jadwal rilis 29 Juli mendatang, Marvel tampaknya siap membawa Spider-Man ke arah yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Akankah Peter Parker berhasil menemukan kembali kemanusiaannya di tengah kesendirian? Atau justru ia akan semakin tenggelam dalam identitas superhero-nya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: perjalanan Spider-Man kali ini akan terasa sangat berbeda.



