Kirishima Tumbang, Perburuan Gelar Yozokuna Makin Sengit di Nagoya
Baca dalam 60 detik
- Ozeki Kirishima kehilangan rekor sempurna setelah dikalahkan Hirodoumi pada hari kelima turnamen sumo Nagoya.
- Yokozuna Onosato dan Hoshoryu bangkit dengan kemenangan kedua, sementara Aonishiki mengalahkan Kotozakura yang terancam degradasi.
- Dua pegulat peringkat bawah, Wakanosho dan Shishi, masih tak terkalahkan dengan rekor 5-0, mengejutkan para unggulan.

Perjalanan ozeki Kirishima menuju promosi yokozuna mendapat hambatan setelah ia menelan kekalahan perdananya di Turnamen Sumo Grand Nagoya, Kamis (16/7). Kekalahan ini membuka peluang bagi para pesaing di papan atas untuk memangkas jarak dalam perburuan gelar juara.
Pada hari kelima dari 15 hari pertandingan, Kirishima yang sebelumnya tak terkalahkan harus mengakui keunggulan No. 3 maegashira Hirodoumi. Berulang kali mencoba menghindari serangan awal lawan, Kirishima akhirnya terdorong keluar arena. Hasil ini membuat rekor Kirishima menjadi 4-1, sama dengan yokozuna Hoshoryu dan sekiwake Aonishiki.
Sementara itu, dua pegulat papan bawah justru tampil gemilang. No. 11 maegashira Wakanosho dan No. 14 maegashira Shishi masih sempurna dengan rekor 5-0, memimpin klasemen sementara divisi makuuchi. Kejutan ini menunjukkan bahwa persaingan di turnamen kali ini sangat ketat dan sulit diprediksi.
Yokozuna Onosato, yang absen pada dua turnamen sebelumnya karena cedera bahu kiri, akhirnya menunjukkan performa membaik. Ia berhasil mengalahkan No. 2 maegashira Churanoumi dengan teknik frontal push out. Kemenangan ini menjadi yang kedua baginya, memperbaiki rekor menjadi 2-3. Sementara itu, Hoshoryu yang juga baru pulih dari cedera hamstring, menundukkan Gonoyama dengan arm-bar throw pada pertandingan terakhir hari itu.
Pertarungan sengit juga terjadi antara Aonishiki dan Kotozakura. Ozeki yang terancam degradasi (kadoban) itu harus mengakui keunggulan pegulat kelahiran Ukraina tersebut. Kekalahan ini membuat posisi Kotozakura semakin tertekan, karena ia membutuhkan setidaknya delapan kemenangan untuk mempertahankan pangkatnya. Sementara itu, sekiwake Atamifuji dan Kotoshoho justru menelan kekalahan dari lawan-lawan mereka.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, turnamen Nagoya ini menyajikan drama yang menarik. Kirishima, yang lahir di Mongolia, masih berpeluang besar naik pangkat menjadi yokozuna jika mampu tampil konsisten. Namun, kekalahan perdananya menunjukkan bahwa jalan menuju gelar tertinggi tidaklah mudah. Persaingan ketat di papan atas dan kejutan dari pegulat papan bawah membuat sisa turnamen layak ditunggu.
Dengan masih sepuluh hari pertandingan tersisa, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Kirishima bangkit dan merebut gelar yokozuna, atau justru Wakanosho dan Shishi yang akan menjadi kuda hitam? Jawabannya akan terjawab dalam pekan-pekan mendatang.



