Pensiun dari Gemerlap Hong Kong, Aktor TVB Dickson Lee Pilih Hidup Tenang di Penang
Baca dalam 60 detik
- Dickson Lee, aktor TVB era 1990-an, memutuskan pensiun dan pindah ke Penang pada 2019 setelah meninggalkan industri hiburan setahun sebelumnya.
- Ia dan istrinya menikmati gaya hidup sederhana di apartemen tepi pantai senilai RM779 ribu, dengan aktivitas memancing dan wisata kuliner durian.
- Keputusan Lee memilih Malaysia karena biaya hidup lebih rendah dan komunitas ramah yang fasih berbahasa Kanton, mencerminkan tren pensiunan artis Hong Kong ke Asia Tenggara.

Setelah lebih dari tiga dekade menghiasi layar kaca Hong Kong, aktor Dickson Lee memilih meninggalkan gemerlap industri hiburan pada 2018 dan setahun kemudian menetap di Pulau Pinang, Malaysia. Kini di usia 59 tahun, Lee menjalani masa pensiun yang jauh dari sorotan kamera, sebuah keputusan yang dinilai banyak pengamat sebagai cermin pergeseran gaya hidup para selebritas Asia yang mulai melirik ketenangan di negara tetangga.
Lee, yang namanya melekat lewat serial populer TVB seperti Plain Love II dan Gods Of Honour, memilih Penang bukan tanpa alasan. Dalam wawancara sebelumnya dengan media lokal, ia mengungkapkan bahwa komunitas di sana ramah dan sebagian besar fasih berbahasa Kanton, sehingga tidak ada hambatan komunikasi. "Masyarakat Malaysia sangat menyukai drama TVB, dan banyak yang bisa berbahasa Kanton dengan lancar. Saya benar-benar menikmati kehidupan pensiun yang sederhana ini," ujarnya.
Fenomena pensiunan artis Hong Kong yang memilih Malaysia sebagai tempat tinggal bukanlah hal baru. Biaya hidup yang lebih rendah, iklim tropis, serta masyarakat multikultural menjadi daya tarik utama. Bagi Lee, pilihan ini juga memungkinkannya menekuni hobi seperti memancing di laut dan menikmati durian, buah tropis yang sangat digemari di Asia Tenggara. Foto-foto terbaru Lee yang beredar di media sosial menunjukkan ia tampak lebih bahagia dan awet muda, dengan penampilan yang lebih matang namun tetap segar.
Keputusan Lee untuk meninggalkan Hong Kong juga bisa dibaca sebagai respons terhadap tekanan industri hiburan yang semakin kompetitif. Setelah bergabung dengan TVB pada 1986, Lee membangun karier yang solid, termasuk peran dalam The Academy (2004) yang mengantarkannya pada nominasi Aktor Pendukung Terbaik di TVB Anniversary Awards 2005. Namun, ia memilih mundur di puncak popularitas, sebuah langkah yang jarang dilakukan artis seusianya.
Bagi penggemar di Indonesia, kisah Lee mungkin mengingatkan pada tren serupa di dalam negeri, di mana beberapa artis senior memilih pensiun di daerah dengan biaya hidup lebih rendah. Namun, berbeda dengan Indonesia yang masih minim fasilitas pensiun terencana bagi publik figur, Malaysia menawarkan program "Malaysia My Second Home" yang memudahkan ekspatriat seperti Lee untuk menetap jangka panjang. Pertanyaannya, apakah tren ini akan mendorong lebih banyak artis Asia untuk mengikuti jejak Lee, atau justru memperkuat daya tarik Malaysia sebagai destinasi pensiun kelas menengah?



