Bundesliga Stars Bersinar di Piala Dunia 2026: Siapa Terbaik?
Baca dalam 60 detik
- Sejumlah pemain Bundesliga tampil gemilang di Piala Dunia 2026, dengan Harry Kane, Michael Olise, dan Johan Manzambi menjadi sorotan.
- Michael Olise memimpin assist turnamen dengan lima umpan gol, berpeluang menyamai rekor Pelรฉ.
- Pemain seperti Gregor Kobel dan Ismael Saibari membawa timnya melaju jauh, menunjukkan kualitas liga Jerman.

Piala Dunia 2026 di Amerika Utara menjadi panggung bagi para bintang Bundesliga untuk unjuk kebolehan. Dari striker haus gol hingga kiper tangguh, kontribusi mereka tak hanya menghidupkan turnamen tetapi juga menegaskan dominasi liga Jerman sebagai pemasok talenta kelas dunia. Kini, penggemar diminta memilih pemain favorit mereka melalui jajak pendapat resmi.
Harry Kane, kapten Timnas Inggris, membawa performa klubnya ke level internasional. Setelah mencetak 36 gol di Bundesliga bersama Bayern Munich, ia melanjutkan ketajaman di Piala Dunia dengan dua gol ke gawang Kroasia, satu ke Panama, dan dua gol penentu kala melawan Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar. Meski gagal membawa Inggris ke final setelah kalah dari Argentina, Kane masih berpeluang menambah pundi-pundi golnya di perebutan medali perunggu melawan Prancis.
Di kubu Prancis, Michael Olise menjadi kreator utama. Gelandang serang Bayern Munich itu memimpin daftar assist turnamen dengan lima umpan gol dari tujuh penampilan. Jika ia mampu menambah satu assist lagi di laga tersisa, Olise akan menyamai rekor legenda Brasil, Pelรฉ, yang mencatat enam assist dalam satu edisi Piala Dunia pada 1970. Sayang, Prancis harus puas di semifinal setelah dikalahkan Spanyol.
Dari sisi pertahanan, Dayot Upamecano menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang Prancis. Bek tengah Bayern Munich itu tampil dalam tujuh pertandingan penuh tanpa menerima kartu, berkat kemampuan membaca permainan dan kecepatan. Prancis hanya kebobolan dua gol dalam enam laga sebelum akhirnya jebol oleh Spanyol.
Kiper Borussia Dortmund, Gregor Kobel, menjadi tembok kokoh Swiss yang membawa timnya ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954. Ia mencatat dua clean sheet dalam enam laga, termasuk adu penalti heroik melawan Kolombia di babak 16 besar. Tak ada kiper Bundesliga lain yang melaju sejauh ini.
Pemain muda Freiburg, Johan Manzambi, menjadi fenomena. Pemain berusia 20 tahun itu terlibat dalam lima dari sepuluh gol Swiss, mencetak dua gol kala melawan Bosnia dan Herzegovina serta satu gol dan satu assist saat mengalahkan Kanada. Cedera yang dialaminya mungkin menjadi faktor Swiss gagal melangkah lebih jauh.
Ismael Saibari, yang bergabung dengan Bayern Munich di tengah turnamen, menjadi motor serangan Maroko. Ia mencetak gol di setiap laga grup melawan Brasil, Skotlandia, dan Haiti, serta mengeksekusi penalti penentu kala menyingkirkan Belanda. Cedera memaksanya keluar di babak 16 besar melawan Kanada, dan Maroko pun tersingkir di perempat final tanpa kehadirannya.
Deniz Undav dari VfB Stuttgart menjadi pemain pengubah permainan bagi Jerman. Dengan satu gol dan dua assist dari bangku cadangan saat melawan Curaรงao, serta dua gol penentu kala menundukkan Pantai Gading, ia nyaris menjadi pahlawan. Namun, Jerman gagal melaju setelah kalah dari Paraguay di babak 32 besar.
Malik Tillman, gelandang Bayer Leverkusen, bersinar bersama tuan rumah Amerika Serikat. Ia mencetak dua gol tendangan bebas langsung melawan Bosnia dan Belgia, serta memberikan assist dalam kemenangan 4-1 atas Paraguay.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa para pemain Bundesliga ini menjadi bukti bahwa liga Jerman tetap menjadi kawah candradimuka pemain top. Dengan banyaknya pemain yang tampil impresif, jajak pendapat ini menjadi ajang untuk mengapresiasi kontribusi mereka. Siapa yang layak menyandang gelar pemain Bundesliga terbaik di Piala Dunia 2026? Keputusan ada di tangan Anda.



