Gabriel Sara: Jawaban Aston Villa untuk Kepergian Tielemans?
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa kehilangan Youri Tielemans yang pindah ke Manchester United setelah klausul £35 juta diaktifkan, memperparah krisis lini tengah.
- Klub asuhan Unai Emery dikabarkan menyiapkan tawaran €30 juta untuk gelandang Galatasaray, Gabriel Sara, yang statistiknya unggul dalam menciptakan peluang.
- Sara, eks pemain Norwich City, dinilai bisa menjadi pengganti ideal dengan kemampuan menyerang dan bertahan yang lebih lengkap dibanding Tielemans.

Kepergian Youri Tielemans ke Manchester United bukan sekadar pukulan telak bagi Aston Villa, melainkan juga ujian terbaru bagi kemampuan Unai Emery meramu skuad di tengah keterbatasan. Gelandang asal Belgia itu hengkang setelah klausul rilis £35 juta dalam kontraknya diaktifkan, meninggalkan lubang besar di lini tengah Villa Park yang sudah krisis akibat cedera panjang Amadou Onana dan Boubacar Kamara.
Manajemen Villa bergerak cepat. Hanya sehari setelah kepergian Tielemans dikonfirmasi, muncul laporan bahwa klub telah menyiapkan tawaran €30 juta (£25 juta) untuk merekrut Gabriel Sara dari Galatasaray. Dikutip dari Sporx via Sport Witness, proposal tersebut rencananya akan diajukan sebelum akhir pekan ini. Namun, belum jelas apakah raksasa Turki itu bersedia melepas pemain berusia 27 tahun tersebut dengan nilai tersebut.
Situasi lini tengah Villa memang genting. Selain Tielemans yang pergi, Onana dan Kamara dipastikan absen hingga awal 2027 karena cedera lutut. Douglas Luiz, yang sempat dipinjamkan pada paruh kedua musim lalu, tidak akan kembali karena opsi pembelian tidak diaktifkan. Alhasil, hanya Victor Lindelof dan Lamare Bogarde yang tersisa sebagai gelandang senior fit—keduanya hanya memulai 22 pertandingan liga musim lalu. Tanpa tambahan pemain, mustahil Villa bersaing di semua ajang musim 2026/27.
Gabriel Sara bukan nama asing bagi Villa. Pemain Brasil itu sudah lama dipantau staf kepelatihan. Musim ini bersama Galatasaray, ia mencatatkan 2,7 peluang tercipta per 90 menit—0,4 di antaranya peluang emas—angka yang menempatkannya di 5 persen gelandang terbaik Eropa. Ia juga menyelesaikan 2,4 umpan silang per 90 menit, lebih tinggi dari 98 persen pemain di posisinya. Tanpa bola, Sara memenangkan 56 persen duel darat dan melakukan 3,6 recoveries per 90 menit—catatan yang melampaui Tielemans.
Dengan banderol £25 juta, Sara dianggap sebagai investasi cerdas. Ia tidak hanya bisa menggantikan peran kreatif Tielemans, tetapi juga menawarkan kontribusi bertahan yang lebih baik. Villa sebelumnya juga telah menyepakati transfer Johan Manzambi dari Freiburg senilai €60 juta, namun kebutuhan mendesak di lini tengah membuat Sara menjadi prioritas.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Villa ini menarik dicermati. Liga Inggris selalu menjadi barometer talenta, dan keputusan Emery merekrut pemain dari Liga Turki—yang kerap dipandang sebelah mata—bisa menjadi strategi underrated yang patut ditiru klub-klub Asia. Jika Sara beradaptasi cepat, ia bisa menjadi bukti bahwa pasar non-lima besar Eropa masih menyimpan permata.
Pertanyaan besarnya: akankah Galatasaray menerima tawaran €30 juta? Atau Villa harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengamankan jasa pemain yang kontraknya masih panjang? Satu hal pasti, Emery tidak punya banyak waktu untuk memoles skuadnya sebelum musim baru bergulir.



