IHSG Terpantau Stagnan, Lima Saham Ini Masih Layak Dicermati
Baca dalam 60 detik
- IHSG hanya naik 0,04% pada Rabu (15/7) di tengah aksi jual asing Rp160 miliar, namun lima saham rekomendasi analis masih menunjukkan prospek positif.
- Sektor Basic Industry memimpin penguatan, sementara Health menjadi yang terlemah; investor disarankan mencermati saham BUKA, MMIX, ARCI, MYOR, dan SRTG.
- Aksi korporasi seperti stock split MLPT dan ekspansi INPP menjadi katalis tambahan yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris tak bergerak pada perdagangan Rabu (15/7), hanya menguat 0,04% ke level 6.041,97, di tengah derasnya arus keluar modal asing yang mencapai Rp160,43 miliar di pasar reguler. Meski demikian, sejumlah saham masih direkomendasikan analis untuk dicermati hari ini, dengan target harga yang menjanjikan.
Penguatan tipis IHSG ditopang oleh saham-saham perbankan seperti BBRI yang naik 1,07%, AMMN menguat 2,73%, dan BMRI bertambah 0,96%. Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari CASA yang ambles 8,40%, disusul TLKM turun 1,56% dan BRMS terkoreksi 3,48%. Secara sektoral, enam dari sebelas indeks sektor berhasil ditutup hijau, dengan Basic Industry memimpin kenaikan 0,76%, sementara Health menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 1,08%.
Sentimen global turut mempengaruhi pergerakan indeks. Bursa Amerika Serikat ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,29%, S&P 500 bertambah 0,38%, dan Nasdaq menguat 0,62%. Namun, investor masih mencermati dampak penambahan 37 emiten ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) yang berpotensi memperketat likuiditas saham tertentu. ETF EIDO terkoreksi 0,50%, sementara indeks MSCI Indonesia melemah tipis 0,05%.
Di tengah kondisi pasar yang terbatas, analis memberikan lima rekomendasi saham yang dinilai memiliki potensi cuan. Saham BUKA direkomendasikan buy di rentang 104-106 dengan target harga 108-112 dan stop loss di 98. MMIX bisa dibeli di 755-770, target 785-800, stop loss 720. ARCI layak dikoleksi di 1040-1050, target 1070-1100, stop loss 980. MYOR direkomendasikan buy di 1755-1770, target 1785-1830, stop loss 1680. Sementara SRTG bisa dibeli di 1660-1675, target 1685-1715, stop loss 1570.
Selain rekomendasi teknikal, sejumlah aksi korporasi menarik perhatian. PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) telah menggunakan dana IPO sebesar Rp166,71 miliar hingga 30 Juni 2026, terutama untuk ekspansi gerai baru. Sisa dana Rp170,49 miliar masih ditempatkan di rekening giro Bank Mandiri dengan bunga 5% per tahun. Sementara itu, PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) melanjutkan ekspansi ke kota-kota regional melalui pembukaan 23 Semarang Shopping Center dan pengembangan 88 Plaza Balikpapan. Proyek mixed-use ini telah mencatatkan lebih dari 30 ribu pengunjung di Semarang dan penjualan tahap awal ruko di Balikpapan mencapai 40%.
Kinerja INPP pun menunjukkan perbaikan signifikan. Pada kuartal I-2026, pendapatan naik 14,14% menjadi Rp326,91 miliar, laba operasional melonjak 29,95% menjadi Rp41,11 miliar, dan perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp44,07 miliar setelah merugi Rp132,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Untuk tahun 2026, INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan 5%โ10% dari realisasi 2025 sebesar Rp1,74 triliun.
Di sisi lain, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) akan melakukan stock split dengan rasio 1:25, mengubah nilai nominal dari Rp100 menjadi Rp4 per saham. Rencana ini telah disetujui dalam RUPSLB pada 29 Juni 2026. Efektif pada 21 Juli, jumlah saham beredar akan membengkak dari 1,88 miliar menjadi 46,88 miliar saham tanpa mengubah modal disetor. Aksi korporasi ini diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham MLPT di bursa.
Dengan beragam sentimen dan katalis yang ada, investor disarankan untuk tetap selektif. Akankah IHSG mampu menembus level resistensi terdekat atau justru terkoreksi lebih dalam akibat tekanan jual asing? Jawabannya akan bergantung pada data ekonomi domestik dan pergerakan pasar global dalam beberapa hari ke depan.



