Tech Mahindra Cetak Rekor Deal Baru, Saham Melonjak 3,5%
Baca dalam 60 detik
- Saham Tech Mahindra naik 3,5% setelah pendapatan kuartalan melampaui ekspektasi, didorong oleh perolehan kontrak baru senilai $1,08 miliar.
- Analis memproyeksikan perusahaan IT India ini akan tumbuh lebih cepat dari rata-rata industri berkat margin operasional yang membaik dan target 15% pada FY2027.
- Kinerja Tech Mahindra menjadi indikator positif bagi sektor IT global, termasuk potensi dampak terhadap perusahaan teknologi di Indonesia.

Saham Tech Mahindra, salah satu raksasa teknologi informasi India, melesat hingga 3,5 persen pada Jumat (17/7) setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui perkiraan analis. Kenaikan ini dipicu oleh perolehan kontrak baru yang kuat serta prospek perbaikan margin, yang dinilai akan menjadikan Tech Mahindra sebagai salah satu pemain dengan pertumbuhan tercepat di antara kompetitornya.
Hingga akhir perdagangan, saham Tech Mahindra tercatat naik 1,8 persen ke level 1.537,5 rupee, menjadikannya salah satu penggerak utama indeks Nifty IT yang menguat 1 persen. Pergerakan ini juga mendorong indeks acuan Nifty 50 ke zona hijau. Lonjakan ini terjadi sehari setelah perusahaan mengumumkan pendapatan kuartal pertama tahun fiskal 2025 yang lebih baik dari ekspektasi pasar.
Menurut analis dari Nomura, momentum pertumbuhan Tech Mahindra didorong oleh strategi manajemen yang optimistis bahwa pendapatan perusahaan akan melampaui rata-rata industri tahun ini. Nomura pun merevisi naik proyeksi pertumbuhan pendapatan untuk tahun fiskal 2027 menjadi 5,9 persen, dari sebelumnya 5,1 persen. Sementara itu, Jefferies menaikkan estimasi laba per saham sebesar 6-8 persen untuk periode FY2027 hingga FY2029.
Tech Mahindra juga dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tiga tahunan berupa peningkatan margin operasional menjadi 15 persen pada akhir tahun fiskal 2027. Analis dari BOB Capital Markets menyebutkan bahwa perbaikan margin ini menjadi kunci bagi perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor global seperti Infosys dan Tata Consultancy Services.
Bagi pelaku pasar di Indonesia, kinerja Tech Mahindra memberikan gambaran tentang kesehatan sektor IT global. Sebagai salah satu pemain utama di India, Tech Mahindra kerap menjadi barometer bagi perusahaan teknologi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pertumbuhan kontrak baru yang konsisten menandakan bahwa permintaan layanan IT tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal ini dapat berdampak positif pada perusahaan teknologi Indonesia yang juga bergantung pada proyek outsourcing dan transformasi digital.
โKemampuan Tech Mahindra mempertahankan pertumbuhan kontrak di atas $1 miliar selama tiga kuartal berturut-turut menunjukkan daya saing yang solid di pasar global,โ ujar seorang analis dari Mirae Asset Securities.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada kemampuan Tech Mahindra mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tekanan biaya dan persaingan ketat. Pertanyaan yang muncul: apakah perusahaan ini mampu mempertahankan laju pertumbuhan pendapatan dua digit hingga akhir tahun fiskal, atau justru akan melambat seiring normalisasi belanja teknologi klien?



