Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara Akibat Proyek MRT
Baca dalam 60 detik
- Penutupan Halte Kebon Sirih arah Kota berlangsung dari Jumat malam hingga Senin dini hari untuk mendukung perbaikan jalan terkait pembangunan MRT Jakarta.
- Transjakarta mengarahkan pengguna ke Halte Bank Indonesia atau Monumen Nasional sebagai alternatif selama penutupan.
- Langkah ini merupakan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta yang bertujuan meningkatkan konektivitas jangka panjang.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk sementara waktu menutup Halte Kebon Sirih koridor arah Kota mulai Jumat (17/7) pukul 22.00 WIB hingga Senin (20/7) pukul 05.00 WIB. Penutupan ini dipicu oleh pekerjaan perbaikan jalan yang merupakan dampak dari proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa penyesuaian layanan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran proyek infrastruktur sekaligus menjaga keselamatan pengguna. "Selama pekerjaan berlangsung, layanan Transjakarta tetap beroperasi normal. Namun, pelanggan yang biasa menggunakan Halte Kebon Sirih arah Kota diimbau untuk memanfaatkan halte terdekat sebagai alternatif perjalanan," ujar Ayu dalam keterangan resmi.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya integrasi transportasi publik di Jakarta. Transjakarta, yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi massal ibu kota, terus beradaptasi dengan proyek-proyek strategis seperti MRT. Meskipun penutupan sementara dapat menimbulkan ketidaknyamanan, langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi.
Bagi pengguna setia Transjakarta, penutupan Halte Kebon Sirih arah Kota tentu memerlukan penyesuaian rute. Sebagai solusi, Transjakarta telah menyiapkan halte alternatif, yakni Halte Bank Indonesia dan Halte Monumen Nasional. Kedua halte tersebut berada dalam jarak yang tidak terlalu jauh dan tetap melayani koridor yang sama menuju arah Kota. Pengguna diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari keterlambatan.
Dalam pernyataannya, Ayu juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. "Transjakarta mendukung penuh pembangunan transportasi publik yang terintegrasi di Jakarta. Selama penutupan sementara, kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan halte alternatif yang telah disiapkan sehingga perjalanan tetap aman, nyaman, dan lancar," tambahnya.
Proyek MRT Jakarta fase 2 yang tengah berlangsung memang kerap memicu penyesuaian rute transportasi umum. Namun, dampak jangka panjang dari integrasi ini diyakini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengurangi kemacetan. Pertanyaan yang muncul kemudian: seberapa cepat proyek ini dapat rampung dan apakah penyesuaian serupa akan terjadi di titik-titik lain? Warga Jakarta tentu berharap agar pembangunan berjalan sesuai jadwal dan gangguan seminimal mungkin.



