Matt Damon Turunkan Berat Badan ke Level SMA demi Peran Odysseus dalam Film Nolan
Baca dalam 60 detik
- Matt Damon kembali ke berat badan 167 pon—sama seperti saat SMA—untuk memerankan Odysseus dalam film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey.
- Aktor 55 tahun itu menjalani diet ketat bebas gluten dan latihan fisik ekstrem selama syuting di lima negara, yang disebutnya sebagai film paling menantang sepanjang kariernya.
- Pujian paling berarti datang dari putrinya yang biasanya kritis, yang mengatakan bangga padanya setelah menonton film tersebut.

Matt Damon kembali ke berat badan masa remajanya demi memerankan Raja Odysseus dalam adaptasi epik Christopher Nolan, The Odyssey. Aktor peraih Oscar itu mengaku menurunkan berat hingga 167 pon—angka yang sama saat ia duduk di bangku SMA—melalui diet ketat dan latihan fisik intensif sebelum syuting dimulai.
Dalam wawancara dengan People, Damon mengungkapkan bahwa perubahan fisik ini dilakukan secara sehat. “Saya tidak mengubahnya dengan cara yang tidak sehat,” ujarnya. “Jika saya melakukan sebaliknya dan menambah berat badan, itu akan berbahaya dan saya tidak akan melakukannya lagi.” Ia menambahkan bahwa menghilangkan gluten dan makanan tertentu menjadi kunci, serta mengubah gaya hidup secara menyeluruh.
Film yang dijadwalkan tayang pada 17 Juli ini dibintangi sederet nama besar: Anne Hathaway sebagai istri Odysseus, Tom Holland sebagai putranya, serta Robert Pattinson, Zendaya, Charlize Theron, Lupita Nyong’o, Jon Bernthal, Mia Goth, Benny Safdie, Himesh Patel, Elliot Page, dan Samantha Morton. Proses syuting berlangsung di Islandia, Skotlandia, Yunani, Italia, dan Maroko, menggabungkan lokasi praktis berskala besar dengan efek visual untuk presentasi IMAX.
Damon menyebut The Odyssey sebagai film tersulit yang pernah ia bintangi. “Semua orang benar-benar memaksakan diri dan berjuang melawan apa yang mereka pikir mungkin,” katanya. Ia membandingkan produksi ini dengan ekspedisi nyata, bukan sekadar syuting biasa. “Jika Anda kedinginan dan basah, Anda hanya menoleh dan melihat Chris juga sama kedinginan dan basahnya.” Kelelahan menjadi rutinitas setiap akhir pekan, namun rasa bangga setelah menyelesaikan satu minggu syuting membuat semua terasa berharga.
Bagi Damon, momen paling berkesan datang dari reaksi putrinya yang biasanya tidak mudah terkesan. “Dia melihat The Odyssey, dan di akhir film dia menatap saya dan berkata, ‘Ayah, aku bangga padamu’,” kenang Damon. “Dia tidak pernah mengatakan hal seperti itu sebelumnya. Saat itu saya merasa, semuanya sepadan.”
Adaptasi Nolan mengikuti perjalanan Odysseus selama 20 tahun pulang ke Ithaka setelah Perang Troya, menghadapi badai, makhluk mitos, dan rintangan mustahil. Dengan pendekatan praktis dan ambisi visual khas Nolan, film ini diharapkan menjadi salah satu tontonan epik paling dinanti tahun ini. Pertanyaannya, mampukah The Odyssey menyamai kesuksesan Oppenheimer yang meraih Oscar?



