IHSG Terbang Tipis, Asing Justru Borong Saham-Saham Ini
Baca dalam 60 detik
- Indeks harga saham gabungan hanya naik 0,04% pada Rabu (15/6/2026), namun investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih di sejumlah saham.
- Meski nilai transaksi tergolong sepi, asing membukukan net buy Rp7,41 miliar di pasar negosiasi dan tunai, menandakan selektivitas investasi.
- Fokus investor asing tertuju pada saham-saham tertentu yang diperkirakan memiliki prospek jangka panjang di tengah volatilitas IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan tipis pada perdagangan Rabu (15/6/2026), ditutup naik 0,04% ke level 6.041,97. Meski hampir stagnan, pergerakan ini tetap menarik perhatian lantaran diiringi aksi beli bersih investor asing di sejumlah saham pilihan. Di tengah volume transaksi yang rendah, langkah asing ini menjadi sinyal tersendiri bagi pelaku pasar.
Sepanjang sesi Rabu, nilai transaksi di bursa hanya mencapai Rp11,69 triliun, dengan volume 28,69 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,07 juta kali transaksi. Sebanyak 334 saham berhasil naik, 267 saham melemah, dan 195 saham stagnan. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun indeks menguat, partisipasi pasar masih terbatas, mencerminkan sikap wait and see investor ritel.
Yang menarik, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp153,02 miliar di seluruh pasar dan Rp160,43 miliar di pasar reguler. Namun, di pasar negosiasi dan tunai, asing melakukan pembelian bersih senilai Rp7,41 miliar. Artinya, asing memilih untuk memarkir dana di saham-saham tertentu melalui transaksi di luar pasar reguler, sebuah strategi yang kerap dilakukan untuk menghindari fluktuasi harga harian.
Menurut data dari Stockbit, saham-saham yang menjadi sasaran beli asing pada perdagangan Rabu antara lain berasal dari sektor perbankan, infrastruktur, dan konsumen. Meski daftar lengkap belum dirilis, analis menilai bahwa pilihan asing cenderung mengarah pada emiten dengan fundamental kuat dan dividen menarik. "Asing masih selektif, mereka mencari saham yang memberikan kepastian arus kas di tengah ketidakpastian suku bunga global," ujar seorang analis pasar modal.
Bagi investor Indonesia, aksi asing ini bisa menjadi indikasi awal bahwa valuasi beberapa saham sudah mulai menarik. Namun, perlu diingat bahwa volume transaksi yang rendah membuat pergerakan harga rentan terhadap sentimen jangka pendek. Para pelaku pasar disarankan untuk tidak serta-merta mengikuti jejak asing tanpa melakukan riset mandiri.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat dan keputusan suku bunga Bank Indonesia. Apakah asing akan terus mengakumulasi saham, atau justru beralih menjadi penjual bersih? Jawabannya akan bergantung pada bagaimana pasar mencerna berbagai faktor makroekonomi dalam beberapa pekan ke depan.



