Argentina Balas Dendam ke Inggris, Lautaro Martinez Pahlawan di Semifinal Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Lautaro Martinez memastikan kemenangan 2-1 Argentina atas Inggris lewat sundulan di menit akhir injury time.
- Enzo Fernandez menyamakan kedudukan dengan tembakan jarak jauh setelah Inggris unggul lebih dulu lewat Anthony Gordon.
- Argentina akan berhadapan dengan Spanyol di final setelah sukses membalikkan tekanan menjadi gol krusial.

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, muncul sebagai pahlawan setelah gol sundulannya di masa injury time memastikan kemenangan comeback 2-1 Argentina atas Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2026. Hasil ini mengantarkan juara bertahan ke partai puncak melawan Spanyol.
Laga yang berlangsung sengit dan penuh tensi tinggi itu menyajikan drama hingga menit akhir. Inggris unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon pada menit ke-55, memanfaatkan umpang silang Morgan Rogers. Namun, Argentina yang terus menekan akhirnya menemukan celah. Enzo Fernandez melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti pada menit ke-86 untuk menyamakan kedudukan, memanfaatkan assist Lionel Messi dari situasi tendangan sudut pendek.
Setelah gol penyama, momentum sepenuhnya berada di tangan Argentina. Mereka terus menggempur pertahanan Inggris yang mulai kelelahan. Pada menit ke-92, Messi kembali menjadi kreator dengan memberikan umpan silang akurat yang disundul Lautaro Martinez untuk mengubah skor menjadi 2-1. Gol ini menjadi gol ketiga Martinez di Piala Dunia 2026, sekaligus menegaskan perannya sebagai pemain pengubah permainan.
Bagi Indonesia, laga ini menyajikan tontonan kelas dunia yang mengingatkan pada rivalitas klasik sepak bola. Meski tidak ada pemain Asia di lapangan, gaya bermain Argentina yang mengandalkan penguasaan bola dan kreativitas Messi menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional. Sementara itu, kegagalan Inggris mempertahankan keunggulan menunjukkan pentingnya manajemen tekanan di level tertinggi.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memuji ketenangan timnya dalam menghadapi tekanan. "Kami tahu kami harus terus percaya pada proses. Pemain pengganti seperti Lautaro membuat perbedaan," ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Di sisi lain, pelatih Inggris, Gareth Southgate, mengakui bahwa timnya kehilangan fokus di menit-menit akhir. "Kami harus belajar dari pengalaman pahit ini," katanya.
Dengan kemenangan ini, Argentina melaju ke final untuk kedua kalinya berturut-turut. Mereka akan menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Jerman. Pertanyaan besarnya: dapatkah Argentina mempertahankan gelar juara dunia, atau Spanyol akan merebut tahta? Final dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.



