Uber Siapkan €12,5 Miliar untuk Akuisisi Delivery Hero: Ekspansi Global Food Delivery
Baca dalam 60 detik
- Uber dikabarkan akan mengakuisisi Delivery Hero senilai €12,5 miliar, memperkuat jejak Uber Eats di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Latin.
- Untuk mengatasi kekhawatiran antimonopoli, Delivery Hero akan melepas unit Turki Yemeksepeti dan beberapa operasi Eropa ke perusahaan investasi.
- Kesepakatan ini berpotensi mengubah peta persaingan food delivery global, termasuk dampak tidak langsung bagi pasar Indonesia yang didominasi pemain lokal.

Uber dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Delivery Hero, perusahaan food delivery asal Jerman, dengan nilai transaksi mencapai sekitar €12,5 miliar atau setara US$14,34 miliar. Langkah ini menjadi sinyal ambisi Uber untuk memperluas dominasi Uber Eats di pasar global, sekaligus merespons persaingan ketat di industri pengantaran makanan.
Menurut laporan Financial Times yang dirilis Rabu (14/7), Delivery Hero telah mengonfirmasi bahwa mereka tengah dalam negosiasi lanjutan dengan Uber. Kesepakatan ini diperkirakan akan diumumkan pada Kamis (15/7) dengan harga penawaran sekitar €41 per saham. Namun, sumber yang mengetahui langsung proses tersebut mengingatkan bahwa syarat dan waktu masih bisa berubah.
Akuisisi ini akan memberikan Uber akses ke jaringan Delivery Hero yang mencakup Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Latin. Dengan nilai pasar Delivery Hero yang mencapai €11,6 miliar, langkah ini jelas akan memperkuat posisi Uber Eats di kawasan-kawasan tersebut. Namun, perluasan ini tidak lepas dari risiko pengawasan ketat otoritas antimonopoli, terutama karena adanya tumpang tindih operasi antara kedua perusahaan.
Untuk mengantisipasi hambatan regulasi, Delivery Hero berencana memisahkan sebagian bisnisnya. Unit Turki Yemeksepeti dan sejumlah operasi Eropa akan dijual ke sebuah perusahaan investasi. Langkah ini dirancang untuk mengurangi tumpang tindih geografis dengan Uber dan meminimalkan potensi masalah antimonopoli. Strategi serupa pernah dilakukan dalam merger besar sebelumnya, seperti saat akuisisi Just Eat oleh Takeaway.com.
Negosiasi ini muncul setelah berbulan-bulan spekulasi mengenai masa depan Delivery Hero. Sebelumnya, pada Mei lalu, Uber sempat mengajukan tawaran €38 per saham, namun dianggap terlalu rendah oleh para investor. Kini, dengan kenaikan harga penawaran menjadi €41, peluang kesepakatan dinilai lebih besar. Baik Uber maupun Delivery Hero belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Konteks Indonesia: Meskipun akuisisi ini tidak secara langsung melibatkan pasar Indonesia, dampaknya tetap patut dicermati. Uber Eats sendiri sudah tidak beroperasi di Indonesia sejak 2018 setelah menjual bisnisnya ke Grab. Namun, ekspansi global Uber melalui Delivery Hero bisa mempengaruhi strategi pemain lokal seperti Gojek dan Grab. Jika Uber berhasil menguasai pangsa pasar yang lebih luas di Asia dan Eropa, tekanan kompetitif bisa meningkat, mendorong inovasi atau konsolidasi lebih lanjut di industri food delivery Tanah Air.
Ke depan, keberhasilan kesepakatan ini akan sangat bergantung pada respons regulator di berbagai yurisdiksi. Pertanyaan besarnya: mampukah Uber menavigasi rintangan antimonopoli yang kompleks, atau justru akan menghadapi gugatan yang menghambat ambisinya? Jawabannya akan menentukan peta persaingan food delivery global dalam beberapa tahun ke depan.



