Bukan Roma, Hanya Fenerbahce yang Ajukan Tawaran Resmi untuk Greenwood
Baca dalam 60 detik
- Direktur Olahraga Marseille, Gregory Lorenzi, mengungkapkan bahwa hanya Fenerbahce yang mengajukan tawaran formal untuk Mason Greenwood, sementara AS Roma hanya melakukan negosiasi tanpa komitmen.
- Citra Greenwood yang terkait dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga membuat banyak klub enggan bergerak, termasuk Roma yang mendapat tekanan dari suporter.
- Nilai transfer Greenwood yang hanya โฌ39 juta plus bonus dinilai sebagai cerminan minimnya minat pasar, bukan karena tawaran kompetitif dari klub lain.

Kepindahan Mason Greenwood ke Fenerbahce pada bursa transfer musim panas lalu menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait minimnya minat dari klub-klub besar Eropa. Kini, petinggi Olympique Marseille buka suara: hanya Fenerbahce yang benar-benar serius mengajukan tawaran resmi.
Direktur Olahraga Marseille, Gregory Lorenzi, dalam konferensi pers baru-baru ini mengonfirmasi bahwa AS Roma, yang selama berminggu-minggu dikabarkan menjadi peminat utama, tidak pernah mengajukan proposal konkret. โKalian semua tahu kompleksitas situasi Greenwood, mengingat citra pemain,โ ujar Lorenzi, merujuk pada kontroversi domestik yang membayangi sang pemain.
Roma memang sempat dikaitkan dengan tawaran senilai lebih dari โฌ42 juta plus bonus, namun Lorenzi menegaskan bahwa tidak ada tawaran resmi yang masuk. โKlub-klub tidak mendekati kami, jadi gagasan menjual seharga โฌ80-100 jutaโฆ Pasar memutuskan bahwa pemain itu tidak bernilai sebanyak itu,โ tambahnya.
Faktor utama yang membuat Greenwood hengkang ke Turki adalah perbedaan regulasi pajak yang memungkinkan Fenerbahce menawarkan gaji lebih tinggi. Di Italia, beban pajak membuat Roma tidak mampu menyamai tawaran tersebut. Namun, alasan non-finansial juga berperan: citra Greenwood yang tercoreng akibat tuduhan kekerasan dalam rumah tangga membuat sejumlah klub, termasuk Roma, menghadapi penolakan dari suporter. Bahkan, penggemar Roma sempat membuat petisi agar klub tidak merekrut pemain berusia 22 tahun itu.
Bagi pembaca di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa faktor reputasi dan etika semakin menentukan keputusan transfer klub-klub Eropa. Di tengah maraknya kampanye anti-kekerasan dan tuntutan transparansi, klub tidak bisa lagi mengabaikan tekanan publik. Di sisi lain, kepergian Greenwood ke Liga Turki menunjukkan bahwa kompetisi di luar lima liga top Eropa tetap mampu menarik pemain kontroversial dengan imbalan finansial yang menggiurkan.
Lorenzi juga mengakui bahwa Marseille awalnya memperkirakan akan ada lebih banyak klub yang berminat. โKami pikir akan ada beberapa klub yang tertarik, sayangnya tidak demikian,โ katanya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar transfer tidak sepanas yang diberitakan, dan nilai seorang pemain sangat dipengaruhi oleh faktor di luar kemampuan teknis.
Ke depan, Greenwood akan berusaha membangun kembali kariernya di Fenerbahce di bawah asuhan Jose Mourinho. Pertanyaan besarnya: apakah performa impresifnya di Ligue 1 musim lalu (10 gol, 3 assist) cukup untuk mengembalikan kepercayaan publik, ataukah bayang-bayang masa lalu akan terus menghantuinya?



