Antrean BBM di Medan Belum Reda, Pemkot Datangi Pertamina Minta Kepastian
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Kota Medan mendesak Pertamina menjelaskan penyebab antrean panjang di SPBU yang tak kunjung normal sejak awal Juli.
- Pertamina mengklaim stok aman dan gangguan murni teknis akibat pergantian sopir, namun janji normalisasi pada 10 Juli tak terpenuhi.
- Pemkot mengerahkan Dishub dan Satpol PP untuk mengatur lalu lintas di SPBU, sambil menawarkan bantuan percepatan distribusi.

Pemerintah Kota Medan mengambil langkah tegas dengan mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Rabu (15/7), guna meminta penjelasan atas antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang tak kunjung teratasi. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menginstruksikan langsung tindakan ini untuk mengawal distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga kembali normal.
Kedatangan Pemkot Medan merupakan buntut dari koordinasi sebelumnya pada 8 Juli lalu, yang melibatkan Polda Sumut, Hiswana Migas, dan Ditjen Migas. Dalam pertemuan itu, Pertamina menyebut distribusi BBM terganggu akibat pergantian sejumlah sopir mobil tangki, dan memperkirakan kondisi akan pulih pada Jumat (10/7). Namun, hingga pertengahan pekan ini, antrean justru semakin panjang dan beberapa SPBU dilaporkan kehabisan pasokan, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
"Masyarakat membutuhkan kepastian. Apakah kendala yang dihadapi masih sama seperti yang disampaikan sebelumnya atau ada persoalan lain yang menyebabkan distribusi belum kembali normal," ujar Citra, perwakilan Pemkot Medan, di hadapan manajemen Pertamina. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak hanya datang untuk meminta kejelasan, tetapi juga siap memberikan dukungan agar persoalan segera teratasi.
Di lapangan, Pemkot Medan telah mengerahkan Dinas Perhubungan dan Satpol PP ke sejumlah SPBU untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan antrean kendaraan. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban di tengah kelangkaan sementara. "Kami atas instruksi Pak Wali Kota terus mengawal persoalan ini. Kami juga menawarkan kepada Pertamina, apabila ada hal-hal yang perlu dibantu, Pemkot Medan siap membantu," tambah Citra.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto, mengapresiasi atensi Pemkot. Ia menegaskan bahwa stok BBM di Medan aman dan mampu memenuhi kebutuhan. "Pembenahan internal sedang berjalan, khususnya pada sistem penyaluran menggunakan armada mobil tangki. Kami lakukan secara paralel dengan upaya menjaga kelancaran distribusi ke seluruh SPBU," ujar Tito. Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina telah menambah armada mobil tangki, mendatangkan sopir dari pihak eksternal, serta menambah jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam di Kota Medan.
Pertamina berharap langkah-langkah tersebut secara bertahap dapat meningkatkan pelayanan sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang yang mengganggu kondusivitas. Namun, hingga berita ini diturunkan, antrean di sejumlah SPBU masih terlihat. Pertanyaan yang mengemuka: akankah penambahan armada dan sopir cukup untuk mengurai kemacetan distribusi, atau ada celah sistemik yang perlu dibenahi lebih dalam?



