Percaya Diri Penuh, Robert MacIntyre Siap Rebut Gelar The Open
Baca dalam 60 detik
- Peringkat 20 dunia asal Skotlandia itu mengaku mentalnya kini jauh lebih matang dibanding debutnya di The Open 2019.
- Cuaca panas dan angin kencang di Royal Birkdale diprediksi menjadi ujian berat bagi para peserta.
- Hanya dua pegolf Skotlandia yang berlaga tahun ini, memicu keprihatinan tentang regenerasi pegolf negeri tersebut.

Robert MacIntyre, pegolf nomor satu Skotlandia, datang ke Royal Birkdale dengan keyakinan yang berbeda dari lima tahun lalu. Bukan sekadar ikut serta, ia menargetkan kemenangan di The Open Championship ke-152 yang dimulai pekan ini.
Pada 2019, MacIntyre masih menjadi wajah baru di ajang major. Saat itu ia finis keenam di Royal Portrush, di bawah sorotan pendukung tuan rumah Shane Lowry. Kini, setelah menembus 20 besar dunia dan finis ketiga di Scottish Open pekan lalu, pemain berusia 29 tahun itu merasa levelnya sudah setara dengan para elite golf dunia.
"Dulu saya merasa hanya memenuhi kuota peserta, sekadar melihat sejauh mana kemampuan. Sekarang saya datang dengan keyakinan: jika bermain baik, saya punya peluang menang," ujar MacIntyre, seperti dikutip dari BBC Sport. Ia menambahkan bahwa ekspektasi yang tinggi bukanlah beban, melainkan motivasi.
Royal Birkdale, yang pertama kali ia jamah secara kompetitif, menawarkan tantangan tersendiri. Cuaca panas dan angin kencang membuat fairway kering dan bola memantul hingga 50 yard lebih jauh, bahkan dengan iron enam atau tujuh. "Ini lapangan yang sangat strategis. Anda harus disiplin pada rencana permainan, menghindari pot bunker, dan fokus memukul green dalam regulasi," jelas MacIntyre.
Selain MacIntyre, satu-satunya wakil Skotlandia lainnya adalah Jack McDonald (33 tahun) dari Ayrshire. McDonald lolos kualifikasi di Dundonald Links tiga pekan lalu dan akan tampil di The Open kedua kalinya setelah debut di Royal Troon tahun lalu. Namun, ia memilih tidak menekuni karier penuh waktu di tur profesional dan kini bekerja sebagai trainee PGA Professional di Whitecraigs Golf Club, Glasgow selatan.
"Saya sudah mempertimbangkan pro dan kontra, dan memutuskan untuk tidak menjalani kehidupan tur. Saya sangat menghormati mereka yang melakukannya, tapi ini pilihan saya," kata McDonald. MacIntyre sendiri menyayangkan minimnya pegolf Skotlandia di panggung major. "Sayang sekali hanya kami berdua. Jack adalah pemain hebat, dan saya berharap ke depannya lebih banyak pegolf Skotlandia yang tampil," ujarnya.
Bagi penggemar golf di Indonesia, The Open Championship selalu menjadi tontonan bergengsi yang menampilkan drama dan strategi tingkat tinggi. Kepercayaan diri MacIntyre yang melonjak bisa menjadi cerita menarik, terutama jika ia mampu bersaing di akhir pekan. Namun, tantangan Royal Birkdaleโdengan angin kencang dan bunker yang mengintaiโakan menguji konsistensi dan ketenangan mental setiap pemain.
Pertanyaan besarnya: akankah MacIntyre mampu mengonversi kepercayaan dirinya menjadi trofi major pertama, atau justru terbentur oleh ekspektasi yang ia bangun sendiri? Jawabannya akan terlihat pada hari Minggu nanti.



