Onosato Terpuruk: Yokozuna Cedera Kembali Tersungkur di Turnamen Sumo Nagoya
Baca dalam 60 detik
- Yokozuna Onosato menelan kekalahan ketiga di Nagoya Basho setelah dikalahkan pegulat peringkat bawah Gonoyama yang sebelumnya tanpa kemenangan.
- Cedera bahu yang berkepanjangan mengancam partisipasi Onosato di turnamen ketiga berturut-turut, memicu spekulasi tentang masa depannya di puncak sumo.
- Kekalahan ini membuka peluang bagi rival seperti Hoshoryu dan Kirishima untuk memperkuat posisi mereka di klasemen sementara.

Grand champion Onosato kembali menelan kekalahan memalukan di Turnamen Sumo Nagoya, Rabu (15/7), setelah didorong keluar oleh Gonoyama, pegulat peringkat No. 2 maegashira yang sebelumnya belum pernah menang. Hasil ini membuat rekor yokozuna berusia 26 tahun itu menjadi 1-3, memperpanjang penderitaannya di tengah cedera bahu yang tak kunjung sembuh.
Sehari setelah mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntun di awal turnamen, Onosato tampil jauh dari performa terbaiknya. Ia kalah dari Gonoyama yang hanya pernah mengalahkannya sekali dalam tujuh pertemuan sebelumnya. Wasit awalnya mengangkat tangan Onosato sebagai pemenang, namun setelah konferensi para juri, keputusan dibalik. "Saya tidak yakin menang atau tidak karena diskusi para juri, tapi saya senang dengan hasilnya," ujar Gonoyama, yang meraih 'kinboshi' pertamanya โ bintang emas untuk kemenangan atas yokozuna.
Kekalahan ini menempatkan Onosato di ambang mundur dari turnamen ketiga berturut-turut. Sebelumnya, ia menarik diri dari dua turnamen besar karena nyeri bahu yang melumpuhkan. Jika terus terpuruk, bukan tidak mungkin ia akan absen lama, mengingat tekanan fisik dan mental yang dihadapinya. Kondisi ini menjadi sorotan karena Onosato adalah peraih lima Piala Kaisar dan diharapkan menjadi wajah baru sumo setelah pensiunnya legenda seperti Hakuho.
Sementara itu, sesama yokozuna Hoshoryu bangkit setelah kekalahan perdananya dengan menjatuhkan Churanoumi (1-3) dan naik ke rekor 3-1. Hoshoryu, yang juga mundur dari turnamen Mei karena cedera hamstring, tampak semakin percaya diri. Ozeki Kirishima menjaga rekor sempurna 4-0 setelah mengalahkan Takanosho (0-4) dalam pertarungan sengit. Sementara Kotozakura, ozeki yang terancam degradasi, meraih kemenangan ketiganya dengan menjatuhkan Fujinokawa (2-2) yang sebelumnya mengalahkan dua yokozuna.
Di divisi atas, komusubi Yoshinofuji (2-2) memberikan kekalahan pertama bagi sekiwake Aonishiki (3-1) dengan bantingan lengan yang memukau. Aonishiki, pegulat asal Ukraina, membutuhkan 10 kemenangan untuk promosi otomatis kembali ke ozeki setelah mengalami cedera kaki dan pergelangan. Ia absen di turnamen Mei setelah mencatat rekor 7-8 pada Maret. Sementara sekiwake Atamifuji dan Kotoshoho sama-sama menelan kekalahan pertama mereka, masing-masing dari Daieisho (3-1) dan Oho (1-3).
Bagi penggemar sumo di Indonesia, turnamen ini menarik karena menunjukkan betapa brutalnya kompetisi di puncak. Cedera menjadi momok yang tak terhindarkan, dan nasib Onosato bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen fisik di olahraga tradisional Jepang ini. Dengan masih 11 hari tersisa, akankah Onosato bertahan atau justru menyerah? Jawabannya akan menentukan arah kariernya dan peta kekuatan sumo dalam beberapa bulan ke depan.



