Suni Lee Umumkan Comeback ke Senam Dua Tahun Jelang Olimpiade Los Angeles 2028
Baca dalam 60 detik
- Peraih enam medali Olimpiade, Suni Lee, mengumumkan kembalinya ke arena senam setelah absen sejak Olimpiade Paris 2024.
- Keputusan ini diambil dua tahun sebelum Olimpiade Los Angeles 2028, menandai persiapan panjang bagi atlet berusia 23 tahun tersebut.
- Lee sebelumnya harus beristirahat karena penyakit ginjal kronis yang didiagnosis pada 2023, namun kini siap kembali berlatih.

Suni Lee, peraih enam medali Olimpiade, mengumumkan kembalinya ke dunia senam setelah vakum sejak Olimpiade Paris 2024. Keputusan ini diumumkan melalui unggahan video di Instagram, menandai langkah awal menuju Olimpiade Los Angeles 2028 yang tinggal dua tahun lagi.
Atlet berusia 23 tahun itu sebelumnya harus menepi karena didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis pada 2023. Meski demikian, Lee menunjukkan tekad kuat untuk kembali ke panggung tertinggi. Dalam video tersebut, ia menyatakan, "Saya tahu apa yang mampu saya lakukan. Saya rela melakukan apa pun untuk sampai ke sana. Kembali ke gym. Kita lihat saja." Video ditutup dengan kalimat, "Ini lebih dari sekadar comeback, nantikan."
Lee meraih medali emas all-around, perak beregu, dan perunggu palang bertingkat di Olimpiade Tokyo 2020. Di Paris 2024, ia menyumbang emas beregu serta perunggu all-around dan palang bertingkat. Prestasi ini menjadikannya salah satu pesenam paling sukses di Amerika Serikat.
Keputusan Lee untuk comeback tidak terlepas dari tren atlet senam yang kembali setelah jeda panjang. Rekan senegaranya, Jade Carey, yang juga meraih medali di Tokyo dan Paris, baru saja mengumumkan comeback serupa. Hal ini menunjukkan bahwa para atlet senam mulai memandang Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai target realistis meskipun usia mereka tidak lagi muda.
Bagi Indonesia, comeback atlet sekaliber Lee menjadi pengingat pentingnya manajemen kesehatan atlet jangka panjang. Di tengah minimnya atlet senam Indonesia yang mampu bersaing di level Olimpiade, kasus Lee menunjukkan bahwa penyakit serius bukanlah akhir dari karier jika ditangani dengan tepat. Federasi Senam Indonesia dapat mengambil pelajaran dari pendekatan medis dan psikologis yang diterapkan pada Lee untuk mendukung atlet nasional yang mengalami cedera atau penyakit.
Lee sendiri belum memastikan akan tampil di Los Angeles 2028, namun pernyataannya mengindikasikan keseriusan. Dengan dua tahun persiapan, ia memiliki waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan mental. Pertanyaan besarnya adalah apakah ia mampu mengulang kesuksesan seperti di Tokyo dan Paris, atau justru menghadapi persaingan yang lebih ketat dari generasi baru pesenam Amerika.



