Indonesia dan Singapura Luncurkan Inisiatif Alumni Pertahanan untuk Perkuat Hubungan Militer
Baca dalam 60 detik
- Indonesia dan Singapura resmi meluncurkan inisiatif alumni pertahanan bersama yang disebut PERSAHAN, menyatukan perwira TNI dan SAF dari berbagai generasi.
- Inisiatif ini bertujuan menjaga jejaring personal dan profesional purnawirawan, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan.
- Kedua menteri pertahanan sepakat untuk terus menjajaki area kerja sama baru dan memperdalam kolaborasi di forum multilateral seperti ADMM.

Indonesia dan Singapura menandai babak baru kerja sama pertahanan dengan meluncurkan inisiatif alumni bersama yang dirancang untuk merawat hubungan personal dan profesional antar perwira militer kedua negara. Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin secara resmi meluncurkan inisiatif Indonesia-Singapura (INDOSIN) Defence Alumni di Jakarta, Selasa (14/7).
Inisiatif yang diberi nama Persahabatan Alumni Pertahanan, atau disingkat PERSAHAN, merupakan wadah bagi para perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Singapore Armed Forces (SAF) yang pernah mengikuti kursus atau pelatihan bersama. Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF), alumni ini memungkinkan para perwira untuk mempertahankan ikatan pribadi dan profesional mereka setelah masa dinas aktif, sehingga memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara lintas generasi.
Panglima TNI dan Kepala SAF akan menjadi presiden bersama alumni untuk memandu rencana dan kegiatannya. Kedua presiden bersama juga dapat mengundang perwira TNI dan SAF lain yang telah berkontribusi signifikan terhadap hubungan bilateral kedua angkatan bersenjata. Keanggotaan alumni juga mencakup atase pertahanan yang sedang dan pernah bertugas di Indonesia dan Singapura.
Peluncuran ini dihadiri oleh perwira TNI dan SAF dari angkatan-angkatan sebelumnya yang telah mengikuti kursus militer profesional, mencerminkan eratnya ikatan personal dan profesional yang terbangun selama puluhan tahun. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyambut baik inisiatif ini sebagai tonggak baru hubungan pertahanan kedua negara. Ia menyatakan kehormatannya dapat meluncurkan inisiatif yang akan memperkuat hubungan antar individu TNI dan SAF, serta kedua institusi di masa depan.
Dalam pertemuan bilateral, kedua menteri pertahanan menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama secara erat dan menjajaki area baru kerja sama bilateral. Mereka juga sepakat tentang pentingnya kolaborasi berkelanjutan melalui platform multilateral seperti ASEAN Defence Ministersโ Meeting (ADMM). Menteri Chan menekankan bahwa keamanan sejati tidak dapat dicapai dalam isolasi, melainkan melalui kemitraan yang mempromosikan perdamaian dan stabilitas. Ia menyebut Indonesia dan TNI sebagai mitra kritis bagi keamanan kawasan dan kerja sama ini akan terus memajukan perdamaian di wilayah yang lebih luas.
Bagi Indonesia, inisiatif ini memiliki arti strategis. Selain mempererat hubungan militer dengan salah satu tetangga terdekat, program ini juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pengalaman bagi perwira TNI. Di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks, memperkuat jaringan personal antar perwira senior dapat menjadi aset diplomasi pertahanan yang berharga. Ke depan, efektivitas PERSAHAN akan diukur dari sejauh mana para alumni dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan regional, serta menjadi jembatan komunikasi dalam situasi kritis.



