Erlan Buron, Polisi Bongkar Jaringan Penampung dan Modus Penipuan Janda Kaya
Baca dalam 60 detik
- Terduga pembunuh sekretaris dinas Bangkalan, Erlan, masih buron dan kerap berpindah tempat karena ditampung pihak tertentu.
- Polisi mengungkap Erlan juga terlibat penipuan terhadap janda kaya dengan modus serupa, dan semakin banyak korban berani bersuara.
- Seorang penyidik membuat sayembara Rp20 juta dari dana pribadi untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Hingga pertengahan Juli ini, keberadaan Erlan, terduga pelaku pembunuhan sekretaris dinas (Sekdin) Pemkab Bangkalan berinisial RYS (50), masih menjadi tanda tanya. Jasad RYS ditemukan di dalam mobil dinas di Bandara Juanda, Sidoarjo, dan sejak itu Erlan terus bergerak menghindari kejaran polisi.
Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap fakta baru bahwa Erlan tidak hanya membunuh, tetapi juga memiliki rekam jejak penipuan terhadap sejumlah perempuan. Kepala Tim Opsnal Unit III, Aipda Sigit Dwi Susanto, mengatakan bahwa hampir semua perempuan yang didatangi tim penyidik ternyata adalah korban penipuan Erlan, bukan sekadar kenalan biasa.
"Semua yang kami samperin itu ternyata korban semua. Termasuk unggahan video yang viral tentang dia berangkat ke Bali, itu juga dari korban yang ditipu," ujar Sigit, Rabu (15/7). Pola penipuan Erlan disebut menyasar janda dengan kondisi ekonomi mapan. "Rata-ratanya ngincar janda-janda kaya," tambahnya.
Menurut Sigit, pergerakan Erlan semakin sulit dilacak setelah video dirinya viral di media sosial. "Karena sudah terlanjur viral, pelaku semakin berpindah-pindah. Akhirnya kami inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang geraknya," jelasnya. Ia menambahkan bahwa Erlan masih bisa kabur karena ada pihak yang bersedia menampungnya di berbagai tempat.
Untuk mempersempit ruang gerak, Sigit bersama rekan-rekannya membuat sayembara berhadiah Rp20 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi keberadaan Erlan. Sayembara ini diumumkan melalui akun TikTok pribadinya dan didanai dari kantong sendiri, dibantu oleh seorang ketua ormas yang namanya tidak disebutkan. "Alhamdulillah banyak informasi yang kami dapat dari netizen dan mulai kami dalami. Semoga ada yang bisa menuntun kami menangkap pelaku," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Erlan masih menjadi buronan tunggal dalam kasus pembunuhan RYS. Polisi terus mendalami informasi yang masuk, termasuk beberapa petunjuk menarik yang disebut Sigit tengah diinvestigasi. Pertanyaan besarnya, akankah jejaring penampung Erlan segera terungkap dan membawa pelaku ke pengadilan?



