Monsun Thailand Landa 60% Wilayah Bangkok, Gelombang Laut Capai 3 Meter
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi Thailand memperingatkan hujan lebat meluas pada 15 Juli 2026, dengan cakupan 60% di Bangkok dan sekitarnya.
- Gelombang laut di Laut Andaman bagian atas diperkirakan mencapai 2-3 meter, berbahaya bagi pelayaran dan nelayan.
- Risiko banjir bandang dan limpasan hutan mengancam daerah lereng bukit dan dataran rendah, imbauan evakuasi dini dikeluarkan.

Bangkok, LyndHub โ Otoritas meteorologi Thailand mengeluarkan peringatan dini terkait dampak monsun barat daya yang diperkirakan membawa hujan deras dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Bangkok, pada Rabu (15/7/2026). Lebih dari separuh area metropolitan Bangkok diprediksi mengalami hujan disertai petir, dengan intensitas ekstrem di beberapa titik.
Menurut pernyataan resmi Thai Meteorological Department (TMD), tekanan rendah yang menyelimuti Vietnam bagian atas memperkuat monsun barat daya di Laut Andaman, Thailand, dan Teluk Thailand. Akibatnya, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi secara terisolasi di wilayah utara, timur laut, selatan, dan terutama di bagian timur negara itu. Kondisi ini berpotensi memicu banjir bandang dan limpasan hutan, khususnya di daerah lereng bukit dekat aliran air serta kawasan dataran rendah.
Peringatan ini menjadi perhatian bagi warga Thailand dan juga wisatawan, mengingat kawasan selatan Thailand merupakan destinasi populer bagi pelancong dari Indonesia. Nelayan dan operator kapal kecil diimbau untuk tidak melaut hingga kondisi membaik. TMD secara khusus meminta kapal kecil di Laut Andaman bagian atas untuk tetap di darat setidaknya satu hari ke depan.
Dari sisi keselamatan, masyarakat di daerah rawan banjir diminta waspada terhadap akumulasi curah hujan yang dapat menyebabkan genangan dan tanah longsor. Pemerintah daerah setempat telah menyiagakan tim tanggap darurat di titik-titik rawan. Sementara itu, bandara dan transportasi umum di Bangkok belum melaporkan gangguan signifikan, namun penumpang diimbau memantau jadwal penerbangan karena potensi penundaan akibat cuaca buruk.
Bagi Indonesia, fenomena monsun ini tidak berdampak langsung secara geografis, namun menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang kerap melanda wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pola cuaca serupa juga sering terjadi di Indonesia saat monsun barat daya aktif, sehingga langkah antisipasi seperti pembersihan saluran air dan penyiapan jalur evakuasi perlu terus diperkuat.
Ke depan, TMD akan terus memperbarui informasi cuaca setiap enam jam. Masyarakat diimbau mengikuti kanal resmi dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak terverifikasi. Akankah cuaca ekstrem ini berlangsung lebih lama dari perkiraan? Para ahli meteorologi masih memantau pergerakan tekanan rendah di Vietnam yang bisa memperpanjang durasi monsun.



