Polisi Gagalkan Penyelundupan 12 Motor Curian ke Sumatra, Satu Buron Diburu
Baca dalam 60 detik
- Tim Tiger Polsek Tambora mencegat truk bermuatan 12 motor curian di Tol Cikupa, Selasa (7/7).
- Motor disamarkan dengan perabotan rumah tangga; dua unit sudah teridentifikasi sebagai hasil curian dari Kebon Jeruk dan Cengkareng.
- Polisi memburu seorang buron berinisial TA yang diduga sebagai pengatur pengiriman, sembari mengembangkan jaringan lintas Jawa-Sumatra.

Polisi menggagalkan upaya penyelundupan 12 sepeda motor yang diduga hasil curian dari Jakarta ke Sumatra setelah mencegat sebuah truk di ruas Tol Cikupa, Selasa (7/7) malam. Operasi ini bermula dari laporan warga yang mencurigai truk melintas di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, yang kemudian dikejar hingga keluar tol.
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa truk tersebut berhasil dihentikan di kawasan Exit Tol Cikupa setelah petugas melakukan pelacakan. Saat diperiksa, muatan truk ternyata bukan hanya perabotan rumah tangga dan mainan anak-anak seperti yang tampak dari luar, melainkan 12 unit sepeda motor yang ditumpuk rapi. "Modus penyamaran ini dilakukan untuk mengelabui petugas dan masyarakat selama perjalanan," ujar Wahyu dalam keterangannya, Rabu (15/7).
Dari hasil pemeriksaan sementara, dua motor telah dicocokkan dengan laporan kehilangan di wilayah Jakarta Barat. Sepuluh unit lainnya masih didalami untuk memastikan asal-usulnya. Polisi mengimbau masyarakat yang kehilangan kendaraan untuk datang ke Polsek Tambora dengan membawa dokumen kepemilikan seperti STNK dan BPKB. "Jika identitas sesuai, kendaraan akan dikembalikan kepada pemilik sah sesuai prosedur," tambah Wahyu.
Kasus ini mengungkap modus operandi penyelundupan kendaraan curian lintas pulau yang kerap terjadi. Pelaku menyamarkan motor di antara barang-barang rumah tangga untuk menghindari kecurigaan. Polisi kini memburu seorang pria berinisial TA yang diduga sebagai pengatur pengiriman dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Pengembangan kasus juga diarahkan untuk mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan eksekutor, penadah, hingga pengirim ke luar Jawa.
Keberhasilan penggagalan ini menjadi sinyal bahwa jalur darat menuju Sumatra masih menjadi sasaran empuk bagi sindikat curanmor. Pertanyaannya, apakah pengungkapan ini akan memutus rantai distribusi atau hanya memicu pelaku mencari modus baru yang lebih canggih?



