Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 30 Orang, Keluarga Berharap Korban Hilang Selamat
Baca dalam 60 detik
- Api melalap bar dan restoran Rong Beer Na Lat Phrao di Bangkok saat pertunjukan musik langsung, menyebabkan 30 orang tewas dan 75 luka-luka.
- Sebagian besar korban diduga meninggal akibat menghirup asap; penyelidikan difokuskan pada kemungkinan korsleting listrik dan akses darurat yang terhalang.
- Izin operasional tempat hiburan tersebut tengah diperiksa, menyusul dugaan pelanggaran aturan penyelenggaraan musik langsung.

Kebakaran hebat yang melanda sebuah bar dan restoran di Bangkok pada Minggu malam (14/7) menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai 75 lainnya, 24 di antaranya dalam kondisi kritis. Peristiwa tragis ini terjadi saat pertunjukan musik langsung berlangsung, menyebabkan kepanikan massal dan beberapa pengunjung berlarian dengan pakaian terbakar.
Korban tewas bertambah setelah sebelumnya 27 orang dinyatakan meninggal pada Senin pagi, dan satu orang lainnya menyusul pada hari yang sama. Hingga Selasa pagi, Kantor Distrik Chatuchak Bangkok mengonfirmasi angka 30 korban jiwa. Tiga jenazah masih belum teridentifikasi. Keluarga korban berdatangan ke Rumah Sakit Polisi untuk mengambil jenazah, sementara sebagian lainnya masih menanti kabar dari sanak saudara yang hilang.
Booyaporn Sermsiri, 51 tahun, misalnya, masih mencari putrinya yang berusia 25 tahun, Jawaee โCartoonโ Sermsiri, yang belum ditemukan. โKarena kami belum menemukannya, kami hanya bisa menunggu. Kami masih berharap,โ ujarnya. Ia telah memberikan sampel DNA dan menanti hasil tes dari polisi. โSaya berdoa. Berdoa semoga dia baik-baik saja,โ tambahnya.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt menyatakan bahwa sebagian besar korban kemungkinan besar meninggal akibat menghirup asap. Tim forensik masih menyisir puing-puing untuk mengungkap penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan korsleting listrik dan apakah pintu darurat terhalang. Beberapa saksi mata melaporkan melihat asap di dalam gedung sebelum tengah malam, diikuti padamnya lampu, ledakan, dan kobaran api yang hebat.
Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan kebakaran di tempat hiburan malam di Asia Tenggara. Di Indonesia, insiden serupa pernah terjadi, seperti kebakaran diskotek di Surabaya pada 2023 yang menewaskan belasan orang. Pemerintah Thailand pun tengah meninjau izin operasional bar tersebut, terutama terkait kewenangan menyelenggarakan musik langsung. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Unsit Sampuntharat mengonfirmasi bahwa izin tempat tersebut sedang diselidiki.
Di lokasi kejadian, kerabat korban berziarah ke bar yang hangus, meletakkan karangan bunga dan berdoa. Sementara itu, di dekat lokasi, karyawan pusat perbelanjaan Union berlatih menggunakan alat pemadam api di bawah bimbingan petugas pemadam kebakaran. Pertanyaan besar masih menggantung: apakah tragedi ini akan mendorong perbaikan standar keselamatan di tempat hiburan Thailand, atau kembali menjadi catatan kelam yang terulang?



