Marcus Smith Tantang Argentina: Hentikan Rekor Tak Terkalahkan di Santiago del Estero
Baca dalam 60 detik
- Marcus Smith meminta Inggris meningkatkan performa meski menang telak atas Fiji, dengan target mengakhiri rekor tak terkalahkan Argentina di kandang.
- Smith yang bermain sebagai scrum-half dadakan menunjukkan fleksibilitas yang bisa dimanfaatkan pelatih Steve Borthwick untuk komposisi pemain cadangan.
- Pertandingan melawan Argentina menjadi ujian terakhir tur panjang Inggris, sekaligus kesempatan Smith pertama kali berkunjung ke negara tersebut.

Marcus Smith menegaskan bahwa kemenangan 11-try atas Fiji belum cukup memuaskan, dan ia hanya akan puas jika Inggris berhasil memutus rekor tak terkalahkan Argentina di Stadion Unico Madre de Ciudades, Santiago del Estero, akhir pekan ini.
Inggris akan menghadapi Pumas pada Sabtu di stadion berkapasitas 30.000 penonton yang dibuka tahun 2021 itu. Argentina belum pernah kalah di sana, mengalahkan Skotlandia dan Afrika Selatan dalam dua pertandingan sebelumnya. Smith, yang tampil sebagai scrum-half pengganti setelah Alex Mitchell cedera hamstring, mengakui timnya masih perlu banyak perbaikan meski menang 73-8 atas Fiji.
"Senang mendapat penegasan bahwa kami berada di jalur yang benar, tetapi kami tidak sempurna dan masih banyak yang harus dikerjakan," ujar Smith dalam podcast Rugby Union Weekly. "Kami akan selalu berkomitmen untuk menjadi lebih baik. Rekor Argentina di sana ada untuk dikejar dan dipatahkan."
Fleksibilitas Smith, yang biasanya bermain sebagai fly-half atau full-back, membuka opsi bagi pelatih Steve Borthwick untuk menempatkan tujuh pemain depan di bangku cadangan. Smith sendiri mengaku menyederhanakan permainan saat diminta mengisi posisi yang tidak biasa. "Saya hanya melakukan dasar-dasar dengan baik dan berharap itu membantu tim," katanya.
Pertandingan ini menjadi penutup tur tiga pekan Inggris yang mencakup perjalanan sejauh 25.000 mil. Bagi Smith, ini adalah kunjungan pertamanya ke Argentina, meski ia pernah tur bersama British and Irish Lions tahun lalu saat Inggris menjalani dua tes melawan Pumas. Ia antusias bertemu kembali dengan rekan setimnya di Harlequins, Rodrigo Isgro dan Guido Petti, serta mencoba teh herbal khas Argentina, mate.
"Mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat, bermain dengan hati di lengan baju, dan ada banyak sejarah dalam pertandingan ini," ujar Smith. Dengan rekor Argentina yang sempurna di kandang, Inggris harus tampil sempurna jika ingin mengakhiri tur dengan senyuman. Pertanyaan besarnya: bisakah Smith dan kawan-kawan mematahkan dominasi Pumas di Santiago del Estero?



