Jon Rahm Pilih Strategi Konservatif di The Open: Fairway Lebih Penting dari Jarak
Baca dalam 60 detik
- Jon Rahm menolak bermain agresif di Royal Birkdale meski kondisi lapangan kering memungkinkan pukulan jauh, demi menghindari risiko rough yang sulit.
- Petenis Spanyol itu mengambil pelajaran dari kegagalannya di Carnoustie 2018, ketika terlalu banyak menggunakan driver membuatnya tersingkir lebih awal.
- Dengan cuaca panas yang diprediksi berlanjut, Rahm memperkirakan bola bisa meluncur sangat jauh, namun tetap menekankan akurasi sebagai kunci sukses di turnamen major ini.

Jon Rahm, salah satu favorit di The Open Championship ke-154, memilih pendekatan hati-hati di Royal Birkdale yang kering dan keras. Pebalap asal Spanyol itu menolak tergoda untuk memaksakan pukulan jarak jauh, meskipun kondisi lapangan di barat laut Inggris memungkinkan bola meluncur lebih dari biasanya. Menurut Rahm, strategi agresif justru bisa menjadi bumerang di turnamen major yang berlangsung Kamis (14/7) ini.
Rahm, yang finis sebagai runner-up di The Open 2023, menegaskan bahwa penggunaan driver secara berlebihan hanya akan efektif dalam jangka pendek. โJika Anda mulai mengeluarkan driver di The Open, Anda mungkin bisa lolos satu ronde. Tapi dalam empat ronde, Anda akan menemukan posisi yang tidak Anda inginkan dan harus membayar harganya,โ ujarnya dalam konferensi pers. Pebalap berusia 31 tahun itu mengambil inspirasi dari pengalaman pahitnya di Carnoustie 2018, ketika ia mengira rough tipis dan mencoba terlalu banyak driver, akhirnya pulang lebih awal pada hari Sabtu.
Kondisi lapangan yang sangat kering akibat gelombang panas di Inggris menjadi tantangan tersendiri. Rahm membandingkan situasi saat ini dengan Carnoustie 2018, di mana bola bisa memantul tak terduga dari rough. โKetika lapangan keras, Anda ingin berada di fairway agar bisa mengontrol bola. Dari rough, bola bisa terbang liar dan sulit mendarat di green meski hanya berjarak 100 yard,โ jelasnya. Akurasi pukulan tee menjadi prioritas utama, bukan jarak.
Pebalap Spanyol itu juga menyoroti dampak cuaca ekstrem terhadap permainan. โJika lapangan terus mengeras dan tetap hangat dengan arah angin yang sama, Anda bisa melihat beberapa hole di mana iron 6 meluncur sejauh 280 yard. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,โ katanya. Fenomena ini membuat strategi menjadi semakin krusial, karena pukulan yang salah bisa berakibat fatal.
Bagi penggemar golf di Indonesia, The Open selalu menjadi ajang yang dinantikan. Meski tidak ada pebalap Indonesia yang berlaga, turnamen ini memberikan gambaran tentang bagaimana kondisi cuaca dan lapangan memengaruhi strategi para pemain top dunia. Pelajaran dari Rahm tentang pentingnya akurasi dan pengendalian diri bisa menjadi inspirasi bagi pebalap amatir di tanah air yang sering tergoda untuk memukul sekuat tenaga tanpa mempertimbangkan risiko.
Dengan kondisi lapangan yang tidak biasa, banyak pengamat memperkirakan turnamen ini akan menjadi ujian kesabaran dan kecerdasan taktis. Rahm, yang dikenal dengan permainan agresifnya, justru memilih pendekatan konservatif. Pertanyaannya, apakah strategi ini akan membawanya meraih gelar major pertamanya di The Open, atau justru membuatnya tertinggal dari pesaing yang lebih berani mengambil risiko?



