Buru Gelandang Hybrid, Manchester United Siapkan Dana Rp1,6 Triliun untuk Alex Scott
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengincar gelandang Bournemouth, Alex Scott, yang dihargai di atas ยฃ80 juta sebagai rekrutan ketiga di lini tengah.
- Scott dinilai memiliki perpaduan antara energi Andrey Santos dan ketenangan Youri Tielemans, menjadikannya target ideal jangka panjang.
- Bournemouth menolak menjual pemain 22 tahun itu, namun United disebut sangat menginginkannya di tengah kegagalan mengejar target lain.

Manchester United belum puas dengan dua rekrutan anyar di lini tengah. Klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan masih memburu satu gelandang lagi, dan nama yang kini menjadi incaran utama adalah Alex Scott, bintang muda Bournemouth yang dihargai lebih dari ยฃ80 juta atau setara Rp1,6 triliun.
Setelah resmi mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea dengan banderol ยฃ50 juta dan Youri Tielemans dari Aston Villa yang hampir rampung, United masih merasa kedalaman skuad di sektor tengah belum ideal. Apalagi, rencana merekrut Ederson dari Atalanta batal, sementara Manuel Ugarte diperkirakan absen panjang. Kebutuhan akan tambahan amunisi baru pun mendesak.
Menurut jurnalis kenamaan David Ornstein dalam podcast The Athletic, manajemen United sangat mengagumi Scott. "Alex Scott adalah pemain yang mereka cintai, tetapi Bournemouth bersikeras tidak akan menjualnya dengan harga berapa pun," ujar Ornstein. Sikap keras The Cherries ini menjadi tantangan besar, mengingat sebelumnya mereka sudah kehilangan Mateus Fernandes yang hengkang ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer ยฃ85 juta.
Scott, yang baru berusia 22 tahun, dinilai memiliki profil hybrid yang langka. Ia menggabungkan mobilitas dan agresivitas ala Santos dengan ketenangan serta visi bermain seperti Tielemans. Dalam laga kontra United musim lalu, pemain kelahiran Guernsey itu tampil impresif dengan 82 sentuhan, memenangi 100% tekel dan duel, serta sukses dalam setiap dribel. Kemampuannya bermain sebagai gelandang nomor delapan atau enam membuatnya fleksibel untuk skema apa pun.
Bagi United, Scott bukan hanya investasi jangka pendek. Pelatih Michael Carrick melihatnya sebagai fondasi lini tengah untuk satu dekade ke depan, mirip dengan peran yang diharapkan dari Santos. Namun, Bournemouth yang kini dilatih Andoni Iraola enggan melepas aset berharganya, terutama setelah kehilangan pemain kunci lainnya. Situasi ini memaksa United untuk mencari alternatif atau menaikkan tawaran.
Di tengah persaingan ketat Premier League, kegagalan merekrut Scott bisa menjadi pukulan telak. Apalagi, target utama sebelumnya seperti Aurelien Tchouameni memilih bertahan di Real Madrid, sementara Elliot Anderson dan Fernandes sudah pindah ke klub lain. Pertanyaannya, akankah INEOS selaku pemilik baru berani mengeluarkan dana besar untuk memaksa Bournemouth bernegosiasi? Atau justru akan beralih ke opsi lain yang lebih realistis?



