Demichelis Resmi Latih RB Leipzig: Fokus pada Agresivitas dan Intensitas
Baca dalam 60 detik
- Martín Demichelis resmi menjadi pelatih kepala RB Leipzig menggantikan Ole Werner yang dipecat setelah musim 2025/26.
- Mantan bek Bayern Munich itu bertekad mengembalikan identitas Leipzig dengan sepak bola agresif, berani, dan penuh intensitas.
- Laga debut Demichelis akan terjadi di putaran pertama DFB Cup melawan Eintracht Trier pada 22 Agustus, disusul laga Bundesliga kontra Borussia Mönchengladbach.

Martín Demichelis resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala RB Leipzig dalam konferensi pers awal bulan ini, menandai babak baru bagi klub Bundesliga yang tengah mencari identitas setelah musim lalu yang mengecewakan. Mantan bek Argentina berusia 45 tahun itu tak menyembunyikan antusiasmenya kembali ke Jerman, negara yang ia anggap sebagai rumah kedua.
Demichelis ditunjuk menggantikan Ole Werner yang dipecat manajemen Leipzig setelah kompetisi 2025/26 berakhir. Dalam pernyataan perdananya, ia mengaku langsung merasakan energi positif dari klub barunya. “Anda bisa langsung merasakan energi klub ini. Karena itu saya sangat bangga berada di sini,” ujarnya.
Direktur olahraga Leipzig, Marcel Schäfer, yang mendampingi Demichelis dalam konferensi pers, memberikan gambaran tentang karakter pelatih anyar tersebut. “Kami menemukan pelatih yang mewakili intensitas, kejelasan, dan komitmen maksimal. Ia akan mengembangkan tim, tetapi juga menantang dan menuntut segalanya dari mereka untuk meraih kesuksesan bersama,” kata Schäfer.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan di Bundesliga selalu menarik untuk diikuti, mengingat banyak pemain dan pelatih asal Jerman yang pernah berkarier di Asia atau menjadi panutan. Gaya sepak bola agresif yang dijanjikan Demichelis bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia yang ingin mengadopsi pendekatan intensitas tinggi.
Demichelis, yang dikenal sebagai bek tangguh di era keemasan Bayern Munich, menegaskan bahwa ia ingin membawa pengalamannya untuk memperbaiki detail permainan Leipzig. “Intensitas adalah bagian penting dari identitas Leipzig. Bagi saya, ini termasuk passion, sepak bola berani dan menyerang, tetapi juga agresivitas. Kami ingin bermain agresif ke depan, bertahan dengan berani, dan hadir di setiap situasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tim harus kompak, bertahan agresif ke depan, dan mampu membawa permainan sendiri ke lapangan. “Saya ingin menyumbangkan pengalaman saya dan membantu kami berkembang dalam detail – dengan bola maupun tanpa bola. Kami ingin kompak, bertahan agresif ke depan, dan membawa permainan kami sendiri ke lapangan,” tegas Demichelis.
Dengan filosofi yang jelas, Demichelis kini harus segera mengimplementasikannya. Ujian pertamanya akan datang pada 22 Agustus saat Leipzig bertandang ke markas Eintracht Trier di putaran pertama DFB Cup. Seminggu kemudian, mereka akan memulai petualangan Bundesliga dengan menjamu Borussia Mönchengladbach. Pertanyaan besarnya, mampukah Demichelis mengembalikan Leipzig ke papan atas Bundesliga dan bersaing di Eropa?



