The Open 2024: Bisakah Inggris Akhirnya Punya Juara di Kandang Sendiri?
Baca dalam 60 detik
- Sejak Tony Jacklin pada 1969, belum ada pegolf Inggris yang menjuarai The Open di tanah kelahirannya.
- Matt Fitzpatrick, Tommy Fleetwood, dan Justin Rose menjadi andalan tuan rumah di Royal Birkdale pekan ini.
- Rekor panjang ini bisa berakhir, meski persaingan dari pegolf Skotlandia dan Irlandia Utara sangat ketat.

Sudah 55 tahun sejak Tony Jacklin mengangkat Claret Jug di Royal Lytham, dan sejak itu pula Inggris tak pernah lagi memiliki juara The Open yang lahir di negaranya sendiri. Pekan ini, Royal Birkdale menjadi panggung bagi skuad tuan rumah—dipimpin Matt Fitzpatrick, Tommy Fleetwood, dan Justin Rose—untuk mematahkan rekor yang tak kalah lama dari puasa gelar Piala Dunia sepak bola Inggris.
Fenomena ini memang ganjil. Negeri yang melahirkan Sir Nick Faldo—meski tiga gelar The Open-nya diraih di Skotlandia—dan deretan pegolf top dunia seperti Lee Westwood serta Luke Donald, belum sekalipun mampu menjuarai major tertua di kandang sendiri. Tony Jacklin menjadi yang terakhir pada 1969, hanya tiga tahun setelah Bobby Moore mengangkat trofi Piala Dunia. Sejak itu, Sandy Lyle (Skotlandia, 1985), Paul Lawrie (Skotlandia, 1999), dan Rory McIlroy (Irlandia Utara, 2014) sukses, tetapi nama Inggris tetap nihil.
Peluang tahun ini terbilang besar. Matt Fitzpatrick, yang memenangi tiga turnamen PGA Tour musim ini, tampil konsisten dan baru saja finis ketiga di Scottish Open. Tommy Fleetwood, putra daerah Southport yang tumbuh di dekat Royal Birkdale, mengaku sudah lama menanti momen ini. "Bermain di Birkdale adalah sesuatu yang sangat istimewa, seperti puncak Everest," ujarnya. Sementara Justin Rose kembali ke tempat ia memukau publik sebagai amatir 17 tahun pada 1998, finis keempat setelah hole-out birdie di lubang terakhir.
Namun, jalan menuju gelar tak mudah. Data Golf mencatat hanya tiga pegolf yang berada di atas Fleetwood dalam peringkat performa: Scottie Scheffler, Rory McIlroy, dan Fitzpatrick. McIlroy, yang sudah pernah juara di Hoylake 2014, serta Robert MacIntyre dari Skotlandia menjadi ancaman serius. "Rintangan terbesar justru dari pegolf Inggris Raya lainnya," kata Fleetwood. Aaron Rai, yang pada Mei lalu menjadi orang Inggris pertama dalam seabad yang memenangi US PGA, juga menunjukkan bahwa rekor bisa dipatahkan.
Faldo, yang tiga kali juara The Open di Skotlandia, memberikan resep sederhana: "Kuncinya adalah menjaga fokus dan saraf selama empat hari." Karakter itulah yang ditunjukkan Rai di Aronimink. Fleetwood pun optimistis: "Semua rekor pasti berakhir suatu saat."
Bagi penggemar golf Indonesia, The Open kali ini menyajikan tontonan menarik: apakah Inggris akhirnya punya pahlawan baru di kandang? Atau justru McIlroy atau MacIntyre yang kembali menggagalkan pesta tuan rumah? Jawabannya akan terungkap mulai Kamis hingga Minggu di Royal Birkdale.



