Mikey Moore, 'Neymar Inggris' yang Bisa Hemat Rp400 Miliar untuk Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan mengincar Rafael Leao dan Cody Gakpo dengan banderol total lebih dari Rp1,2 triliun, namun solusi internal bernama Mikey Moore bisa menjadi alternatif murah.
- Moore, yang dijuluki 'Neymar Inggris', mencatatkan 2,12 dribel sukses per 90 menit di Liga Skotlandia musim lalu, jauh di atas Leao (1,26) dan Gakpo (1,11).
- Jika Moore mampu bersaing di tim utama, Tottenham bisa menghemat dana transfer besar yang dialokasikan untuk memperkuat lini sayap.

Tottenham Hotspur tengah berburu pemain sayap baru untuk mengarungi musim 2025/26, dengan Rafael Leao dan Cody Gakpo masuk dalam daftar belanja. Namun, di tengah rencana pengeluaran yang bisa mencapai lebih dari Rp1,2 triliun, klub London Utara itu sebenarnya memiliki aset muda yang sudah diuji: Mikey Moore, pemain berusia 18 tahun yang dijuluki 'Neymar Inggris' oleh para pengamat.
Setelah dua musim berjuang di papan bawah klasemen, Tottenham mulai bangkit di bawah pelatih Roberto De Zerbi. Investasi besar di lini belakang dan tengah telah dilakukan, dengan mendatangkan Mateus Fernandes dan Sandro Tonali senilai total ยฃ185 juta. Kini, prioritas beralih ke lini depan. Bournemouth's Eli Junior Kroupi menjadi target utama, namun banderol ยฃ90 juta membuat klub mencari opsi lain. Leao dari AC Milan dan Gakpo dari Liverpool pun muncul sebagai kandidat potensial.
Leao, yang rata-rata mencetak 13 gol per musim dalam lima tahun terakhir, dikabarkan ingin hengkang dari San Siro. Sementara Gakpo, yang menyumbang 18 gol di semua kompetisi saat Liverpool juara Premier League 2024/25, bisa menjadi pilihan jika ia tidak mendapat jaminan tempat inti. Namun, kedua pemain ini diperkirakan membutuhkan dana transfer yang tidak sedikit.
Di sinilah Mikey Moore muncul sebagai solusi internal. Pemain yang sempat mencuri perhatian di pramusim 2024 di bawah Ange Postecoglou itu kini dipinjamkan ke Rangers dan menunjukkan performa impresif. Dengan 7 gol dan 4 assist di Liga Skotlandia, serta kemampuan dribel yang luar biasa, Moore dinilai memiliki gaya bermain yang mirip dengan Leao dan Gakpo. Scout Jacek Kulig bahkan menyebutnya sebagai 'Neymar Inggris' karena kelincahan dan keberaniannya dalam membawa bola.
Jika dibandingkan secara statistik, Moore unggul dalam hal dribel sukses per 90 menit (2,12) dibandingkan Leao (1,26) dan Gakpo (1,11). Ia juga produktif di level junior dengan 19 gol dalam 24 pertandingan untuk tim U18 Tottenham. Meski belum menjadi pemain tetap di tim utama, potensinya tidak bisa diabaikan.
Bagi De Zerbi, mempertahankan Moore dan memberinya menit bermain reguler bisa menjadi langkah strategis. Alih-alih mengeluarkan dana besar untuk Leao atau Gakpo, Tottenham bisa menghemat puluhan juta poundsterling. Moore dijadwalkan kembali dipinjamkan pada musim 2026/27, tetapi jika ia mampu bersaing, ia bisa menjadi bagian penting dari proyek De Zerbi.
Keputusan Tottenham dalam bursa transfer ini akan menjadi ujian bagi filosofi klub: apakah akan terus bergantung pada pembelian mahal atau mulai memaksimalkan potensi akademi. Dengan kondisi keuangan yang tidak selalu longgar, opsi seperti Moore bisa menjadi jawaban jangka panjang yang lebih berkelanjutan.



