Chelsea Terjebak Tuntutan Harga: Inter dan Como Ogah Bayar €35 Juta untuk Chalobah
Baca dalam 60 detik
- Chelsea frustrasi karena Inter Milan dan Como mundur dari perburuan Trevoh Chalobah setelah banderol €35 juta dianggap terlalu mahal.
- Kedua klub Italia sepakat tidak saling menaikkan tawaran, membuat Como beralih ke Davinson Sanchez dari Galatasaray.
- Situasi ini mempersulit rencana Chelsea untuk melego pemain, sementara Inter harus mencari bek sayap baru setelah kehilangan Marco Palestra.

Kegagalan Chelsea dalam melego Trevoh Chalobah pada bursa transfer musim dingin mulai menimbulkan kekhawatiran di kubu The Blues. Klub asal London itu dilaporkan frustrasi setelah Inter Milan dan Como memutuskan untuk mengalihkan incaran ke pemain lain, menolak memenuhi permintaan harga yang dinilai terlalu tinggi.
Menurut laporan media Italia, Chelsea sempat menolak tawaran di atas €25 juta untuk bek berusia 27 tahun itu. Namun, ketika mereka memasang banderol €35 juta, kedua klub Serie A langsung mundur. Inter dan Como bahkan disebut telah membuat kesepakatan informal untuk tidak saling menaikkan tawaran, sehingga Como memilih fokus pada Davinson Sanchez, bek Galatasaray.
Keputusan ini membuat Chelsea kebingungan. Mereka telah menghubungi Inter dan Como untuk menanyakan apakah kedua klub masih berminat pada Chalobah, namun jawabannya negatif. Selain harga transfer, permintaan gaji dari agen Chalobah juga menjadi batu sandungan.
Bagi Chelsea, situasi ini menjadi pelajaran berharga tentang strategi penetapan harga di bursa transfer. Di tengah kebutuhan untuk merampingkan skuad dan memenuhi regulasi Financial Fair Play, kegagalan menjual Chalobah bisa berdampak pada rencana belanja mereka selanjutnya. Sementara itu, Inter harus menghadapi masalah tambahan: mereka kehilangan Marco Palestra yang dibajak Chelsea, dan Anan Khalaili gagal dalam tes medis.
Dari perspektif Indonesia, kisruh transfer ini menarik untuk dicermati. Meski Chalobah bukan pemain yang akrab di telinga penggemar sepak bola Tanah Air, dinamika negosiasi antarklub Eropa kerap menjadi tolok ukur bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam menentukan strategi transfer. Keputusan Inter dan Como yang berani menolak harga selangit menunjukkan bahwa klub-klub Italia kini lebih berhati-hati dalam berbelanja, sebuah tren yang mungkin diikuti oleh klub-klub di kawasan Asia.
Langkah Chelsea selanjutnya masih menjadi tanda tanya. Apakah mereka akan menurunkan harga atau mempertahankan Chalobah hingga akhir musim? Sementara itu, Inter dan Como terus memantau opsi lain. Pertanyaan besarnya: akankah ada klub lain yang berani memenuhi tuntutan Chelsea, ataukah Chalobah akan tetap menjadi 'barang pajangan' di jendela transfer ini?



