Dua Bintang Muda Inggris Berebut Tempat Inti Usai Hancurkan Fiji
Baca dalam 60 detik
- Henry Pollock mencetak hat-trick dalam kemenangan telak Inggris 73-8 atas Fiji, memperkuat ambisinya menjadi starter reguler.
- Noah Caluori, pemain sayap berusia 19 tahun, mencetak try pada debutnya dan menargetkan posisi inti di timnas Inggris.
- Persaingan ketat di skuad Inggris membuat kedua pemain harus terus membuktikan diri di sisa musim.

Dua pemain muda Inggris, Henry Pollock dan Noah Caluori, menegaskan ambisi mereka untuk mengamankan tempat inti di timnas setelah tampil gemilang dalam kemenangan telak 73-8 atas Fiji akhir pekan lalu. Pollock, yang baru sekali menjadi starter dalam 12 penampilan internasionalnya, mencetak hat-trick setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-48. Sementara itu, Caluori, yang menjalani debutnya dari bangku cadangan, turut menyumbangkan satu try setelah sebelumnya mengatur skor untuk Henry Slade.
Pollock, pemain berusia 21 tahun yang memperkuat Northampton, mengakui bahwa persaingan di lini belakang Inggris sangat ketat. Nama-nama seperti Ollie Chessum, Tom Curry, Guy Pepper, dan Ben Earl turut bersaing untuk posisi yang sama. Meski demikian, performa impresifnya di akhir musim bersama klub serta koleksi enam try dari sedikit penampilan internasional membuat banyak pihak mendesak agar ia diberi kesempatan sebagai starter. โHal besar bagi saya saat ini adalah ingin mendapatkan jersey starter,โ ujar Pollock. โSteve [Borthwick] berkata kepada saya sebelum pertandingan melawan Fiji untuk tampil dan menjadi diri sendiri. Saya harap saya melakukannya dan dia melihat cukup banyak dalam diri saya.โ
Di sisi lain, Caluori yang baru berusia 19 tahun dan bermain untuk Saracens, juga memiliki ambisi serupa. Pemain sayap yang musim ini menjadi pencetak try terbanyak di Premiership bersama pemain lain itu secara terbuka menargetkan menjadi pemain sayap terbaik Inggris sepanjang masa. Namun, ia harus bersaing dengan nama-nama seperti Immanuel Feyi-Waboso, Tommy Freeman, Cadan Murley, Tom Roebuck, Henry Arundell, dan Adam Radwan. โSaya masih lapar untuk lebih,โ kata Caluori kepada Rugby Union Weekly. โSaya selalu ingin mendorong. Hal berikutnya setelah ini adalah menjadi starter. Saya selalu berusaha menjadi lebih baik setiap hari dalam latihan. Saya bukan orang yang mudah puas, jadi saya selalu berusaha lebih lapar dan meraih lebih banyak.โ
Kedua pemain merayakan try mereka dengan gaya yang mencolok. Pollock meniru pose khas bintang sepak bola Inggris Jude Bellingham dengan merentangkan tangan, sementara Caluori melakukan dive yang memperlihatkan lompatan vertikalnya yang luar biasa. Ketika diminta membandingkan gayanya dengan swan dive legendaris Chris Ashton, Caluori dengan rendah hati mengakui teknik Ashton lebih baik, namun ia merasa lompatannya lebih jauh.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, persaingan di skuad Inggris ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan betapa dalamnya talenta yang dimiliki tim tersebut. Dengan banyaknya pemain berkualitas, pelatih Steve Borthwick memiliki keleluasaan untuk merotasi skuad, namun juga harus pandai mengelola ekspektasi para pemain muda yang haus akan menit bermain. Pertandingan berikutnya melawan Argentina pada akhir pekan ini akan menjadi ujian selanjutnya bagi Pollock dan Caluori untuk membuktikan diri.
Inggris memiliki rekor bagus melawan Argentina dengan 15 kemenangan dari 16 pertemuan, namun Argentina pernah menang di Estadio Unico Madre de Ciudades atas Skotlandia dan Afrika Selatan. Akankah Pollock atau Caluori mendapatkan tempat starter di laga penting tersebut? Atau justru persaingan internal yang semakin ketat akan memaksa mereka menunggu lebih lama lagi?



