Alonso Buka Suara: Alasan Pilih Chelsea Ketimbang Liverpool
Baca dalam 60 detik
- Xabi Alonso resmi diperkenalkan sebagai manajer Chelsea, menggantikan Enzo Maresca yang hanya bertahan semusim.
- Keputusan Alonso memilih Chelsea dibanding Liverpool disebutnya semata soal momentum, bukan karena faktor lain.
- Chelsea yang finis di peringkat 10 Liga Inggris musim lalu kini tengah membangun ulang skuad dengan Alonso sebagai nahkoda baru.

Xabi Alonso akhirnya angkat bicara soal keputusannya menerima tawaran menukangi Chelsea ketimbang kembali ke Liverpool, klub yang membesarkan namanya sebagai pemain. Manajer asal Spanyol berusia 44 tahun itu secara resmi diperkenalkan ke publik pada Senin (14/7) setelah resmi diangkat pada Mei lalu dan mulai memimpin latihan pekan sebelumnya.
Dalam wawancara perdananya dengan BBC Sport, Alonso menegaskan bahwa pilihannya bergabung dengan Chelsea murni karena faktor waktu. โIni soal momentum. Saya di sini hari ini, di Stamford Bridge, dan saya menantikan tantangan besar ini. Chelsea adalah salah satu klub terbesar, dan saya ingin meraih sukses di sini,โ ujarnya.
Keputusan Alonso tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat ia adalah legenda Liverpool yang pernah membawa The Reds juara Liga Champions 2005. Namun, laporan BBC Sport sebelumnya mengungkapkan bahwa Alonso tidak pernah melakukan kontak dengan Liverpool dalam beberapa pekan sebelum menerima jabatan di Chelsea. Liverpool sendiri saat itu masih mempertahankan Arne Slot, sebelum akhirnya memecatnya setelah musim kedua tanpa trofi.
Alonso datang dengan gelar manajer, bukan sekadar pelatih kepala. Perubahan titel ini dinilai penting oleh kalangan internal klub karena memberikan wewenang lebih besar, meskipun ia tetap harus bekerja sama dengan tim direktur olahraga yang berjumlah lima orang dalam urusan rekrutmen pemain. โYang saya suka adalah kami bekerja bersama dan semua bagian dari keputusan. Tujuan akhir jelas, dan menurut saya ini cara yang seharusnya,โ kata Alonso.
Chelsea tengah dalam masa transisi setelah musim lalu mengecewakan. Kekalahan dari Sunderland di laga pamungkas membuat mereka finis di posisi 10 dan kehilangan tiket ke kompetisi Eropa. Dampaknya, klub harus memangkas jumlah skuad, sementara bintang seperti Cole Palmer dan Joao Pedro gagal masuk skuad Piala Dunia karena performa tim yang buruk.
Alonso sendiri mengaku senang dengan waktu persiapan yang lebih panjang karena sebagian besar pemain sudah tersedia sejak pramusim. Ia juga menyoroti semangat Palmer yang kembali positif setelah absen dari panggilan timnas Inggris. โDia pemain spesial, kelas berbeda. Jika kami membangun tim di sekelilingnya, kami akan lebih dekat dengan kesuksesan. Saya yakin itu,โ ujar Alonso.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Alonso ini menarik untuk diikuti. Chelsea memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan langkah Alonso membangun ulang tim bisa menjadi tontonan menarik musim depan. Apakah Alonso mampu membawa Chelsea kembali ke papan atas Liga Inggris dan bersaing di Eropa? Atau justru akan menjadi manajer keenam yang gagal bertahan lama di bawah rezim Boehly? Musim depan akan menjawabnya.



