Arsenal Bidik Julian Alvarez: Lebih dari Sekadar Sayap, Incaran Mahal yang Bisa Mengubah Segalanya
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengalihkan fokus dari Bradley Barcola dan Morgan Rogers ke Julian Alvarez, yang dianggap sebagai solusi jangka panjang di lini depan.
- Alvarez, yang mencetak 49 gol dalam dua musim di Atletico Madrid, menawarkan fleksibilitas dan pengalaman Premier League yang sulit ditandingi.
- Kesepakatan senilai lebih dari £100 juta bisa terwujud jika Atletico bersedia melepasnya ke klub non-Spanyol, dengan Arsenal sebagai kandidat utama.

Setelah musim panas lalu bergerak cepat dengan empat rekrutan anyar, Arsenal musim ini memilih pendekatan berbeda. Hingga pertengahan Juli, hanya kiper Illan Meslier yang resmi bergabung. Namun di balik kesunyian itu, klub asal London Utara tengah menyusun langkah besar: memboyong Julian Alvarez dari Atletico Madrid, sebuah incaran yang dinilai mampu mengubah hierarki kekuatan di Premier League.
Direktur olahraga Andrea Berta dikenal gemar menjajaki beberapa opsi sebelum menentukan pilihan final. Saat ini, dua nama sayap—Bradley Barcola dan Morgan Rogers—masih dalam radar. Namun menurut laporan Miguel Delaney dari The Independent, Arsenal mulai mendorong negosiasi untuk Alvarez, yang situasinya di Atletico kian rumit. Pemain berusia 26 tahun itu dikabarkan bermimpi pindah ke Barcelona, sementara Real Madrid telah melihat tawaran £130 juta ditolak mentah-mentah. Atletico enggan melepasnya ke rival domestik, membuka peluang bagi klub Premier League.
Alvarez bukanlah pemain sembarangan. Dalam dua musim di Madrid, ia mengoleksi 49 gol dan 21 assist, termasuk 21 gol dan 21 assist pada 2024/25. Angka tersebut melampaui produktivitas winger Arsenal mana pun dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari sekadar pencetak gol, ia juga unggul dalam membangun serangan—berada di peringkat 9% teratas pemain dengan posisi serupa di lima liga top Eropa untuk expected threat (xT) dalam fase build-up. Kemampuan ini kontras dengan Viktor Gyokeres, yang lebih bergantung pada umpan terobosan.
Kebutuhan Arsenal akan pemain sayap elite memang mendesak. Leandro Trossard hanya mencetak satu gol klub di tahun 2026, sementara Gabriel Martinelli hanya sekali menjebol gawang lawan sepanjang Premier League musim lalu. Barcola atau Rogers jelas akan meningkatkan daya gedor. Namun Alvarez menawarkan dimensi berbeda: ia bisa bermain sebagai striker murni, second striker, atau bahkan sayap. Pengalamannya di Premier League bersama Manchester City menjadi nilai tambah yang disukai Mikel Arteta.
“Alvarez adalah pemain ajaib. Ia mampu menciptakan momen spesial dari ketiadaan,” ujar jurnalis Argentina Roy Nemer, yang bahkan menyebutnya sebagai ‘penyerang tengah terbaik di dunia’ pada 2024/25. Meski mungkin sudah terlewati oleh Harry Kane dan Erling Haaland, statistik Alvarez tetap berada di jajaran elit Eropa. Golnya untuk Argentina melawan Swiss di perempat final Piala Dunia 2022 menjadi bukti kemampuannya di panggung terbesar.
Bagi Arsenal, merekrut Alvarez bukan sekadar menambah opsi di lini depan. Ini adalah pernyataan ambisi. Dengan Gyokeres yang masih dalam tahap adaptasi dan belum menjadi solusi jangka panjang, Alvarez bisa menjadi fondasi serangan selama bertahun-tahun. Harganya diperkirakan melebihi £100 juta, angka yang sepadan dengan potensi transformasi yang ia tawarkan. Pertanyaannya, mampukah Arsenal menyelesaikan deal sebelum pramusim dimulai pada 20 Juli? Jika ya, The Gunners tak hanya mendapatkan pemain, tetapi juga kunci menuju gelar Liga Champions.



