Rosie O'Donnell Bertemu Anak di Penjara: Percakapan Pertama dalam Satu Dekade
Baca dalam 60 detik
- Rosie O'Donnell mengunjungi putrinya Chelsea di penjara, menghasilkan percakapan panjang pertama mereka dalam sepuluh tahun.
- Chelsea, yang berjuang melawan kecanduan, telah menjalani rehabilitasi dan menunjukkan empati yang belum pernah terlihat sebelumnya.
- Pertemuan ini menjadi bahan inspirasi bagi pertunjukan tunggal Rosie, dengan restu dari Chelsea.

Rosie O'Donnell, aktris terkenal yang membintangi film A League of Their Own, baru-baru ini mengunjungi putrinya, Chelsea, di penjara. Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam satu dekade mereka dapat berbincang lebih dari 25 menit. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Rosie untuk melihat langsung perkembangan Chelsea yang tengah menjalani hukuman.
Chelsea, yang kini berusia 28 tahun, telah tiga kali ditangkap pada tahun 2024 dan mengaku bersalah atas tuduhan melompati jaminan, memiliki metamfetamin, serta melawan atau menghalangi petugas. Dalam wawancara dengan Page Six, Rosie mengungkapkan bahwa percakapan mereka selama empat jam di penjara adalah yang terlama dalam sepuluh tahun terakhir. "Itu adalah percakapan pertama yang saya lakukan dengannya dalam 10 tahun yang berlangsung lebih dari 25 menit," ujar Rosie. "Pertama kalinya saya melihatnya secara konsisten adalah selama empat jam di penjara."
Namun, kunjungan tersebut harus dipersingkat karena adanya peringatan tornado. Momen itu justru memicu tangisan Chelsea, yang menurut Rosie adalah pertama kalinya ia melihat emosi empati dari putrinya. "Itu pertama kalinya saya melihat, semacam, emosi empati darinya. Jadi, Anda tahu, dia tumbuh dewasa, dan saya berharap masa depannya lebih cerah dari dekade terakhir ini," kata Rosie.
Rosie, yang juga memiliki anak-anak lain seperti Parker (31), Blake (26), Vivi (23), dan Clay (13), mengaku bangga dengan kemajuan Chelsea. Ia mengungkapkan bahwa Chelsea telah hampir dua tahun bersih dari narkoba. "Dia lahir dalam kecanduan, dan ketika saya mengadopsi, saya pikir cinta bisa menyembuhkan segalanya, tapi saya tidak tahu apakah itu benar," ujarnya. Rosie menekankan bahwa kesembuhan Chelsea dari kecanduan sangat membantu hubungan mereka.
Kisah pertemuan ini akan diangkat oleh Rosie dalam pertunjukan tunggalnya yang akan datang, dengan restu dari Chelsea. Rosie telah meminta masukan dari putrinya untuk memastikan suaranya terdengar. "Saya mengirimkannya padanya dan berkata, 'Saya sangat ingin mendengar suaramu, bukan hanya apa yang saya persepsikan sebagai suaramu ... dan saya pikir dia siap untuk melakukannya sekarang,'" jelas Rosie.
Dalam sebuah puisi berjudul Before and After yang dibagikan di Substack, Rosie mendetailkan persiapan dan momen pertemuan tersebut. Ia menulis, "Saya akan mengunjunginya segera. Saya telah mencoba mempersiapkan diri. Saya tahu ini akan sulit. Tapi saya harus. Seperti yang dia minta. Pertama kalinya baginya di usia 28 tahun. Saya bisa melakukan hal-hal sulit. Dan dia juga bisa." Puisi itu juga menggambarkan pertemuan yang diatur dengan ketat: tidak boleh memberikan uang, menjaga suara tetap rendah, tangan di atas meja, dan hanya boleh berpelukan saat salam dan pamit.
Bagi publik Indonesia, kisah Rosie O'Donnell ini mengingatkan pada pentingnya dukungan keluarga dalam proses rehabilitasi. Di Indonesia, isu kecanduan narkoba dan reintegrasi sosial mantan pengguna masih menjadi tantangan. Kisah Rosie menunjukkan bahwa komunikasi dan empati dapat menjadi jembatan pemulihan, meskipun harus melalui tembok penjara. Hal ini relevan dengan program rehabilitasi berbasis keluarga yang mulai digalakkan di beberapa daerah.
Ke depan, pertunjukan tunggal Rosie diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka diskusi tentang kecanduan, hukuman, dan harapan. Apakah kisah Rosie dan Chelsea akan menginspirasi lebih banyak keluarga untuk tidak menyerah pada anggota keluarga yang bermasalah? Hanya waktu yang akan menjawab.



