Slaven Bilic Kembali Nahkodai Kroasia: Misi Rebut Kembali Kejayaan
Baca dalam 60 detik
- Slaven Bilic ditunjuk kembali sebagai pelatih tim nasional Kroasia, menggantikan Zlatko Dalic yang mundur setelah tersingkir di Piala Dunia 2022.
- Bilic, yang pernah menukangi Kroasia pada 2006-2012, diharapkan membawa energi baru dan pengalaman matang untuk menjaga posisi elite sepak bola Kroasia.
- Kepulangan Bilic menjadi sorotan karena rekam jejaknya di klub-klub Eropa dan Timur Tengah, serta tantangan regenerasi pemain di tengah persaingan ketat.

Slaven Bilic resmi kembali menjadi pelatih kepala tim nasional Kroasia, menggantikan Zlatko Dalic yang mengundurkan diri setelah kegagalan di Piala Dunia 2022. Keputusan ini diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) pada Kamis (12/1/2023), menandai babak baru bagi Vatreni setelah hampir satu dekade di bawah Dalic.
Bilic, yang memperkuat Kroasia sebagai pemain pada era 1990-an, bukanlah wajah baru di kursi pelatih. Ia sebelumnya menangani timnas pada 2006 hingga 2012, mencatatkan 42 kemenangan, 15 hasil imbang, dan hanya delapan kekalahan dari 65 pertandingan. Kini, ia kembali dengan status yang lebih matang setelah malang melintang di klub-klub Eropa seperti West Ham United, West Bromwich Albion, dan Watford, serta sempat melatih Al-Fateh di Arab Saudi pada musim 2023-2024.
โSaya memiliki kepercayaan penuh pada para pemain kami, dan tanggung jawab saya adalah membawa energi, ambisi, dan tekad untuk memastikan Kroasia tetap berada di antara elite sepak bola,โ ujar Bilic dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa dirinya merasa lebih siap secara mental dan taktis dibandingkan saat pertama kali menjabat pada 2006, namun tetap memiliki motivasi yang sama untuk melihat Kroasia kuat, berani, dan sukses.
Kembalinya Bilic terjadi di tengah masa transisi bagi Kroasia. Setelah sukses besar menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga pada 2022, generasi emas seperti Luka Modric, Ivan Perisic, dan Dejan Lovren mulai memasuki usia senja. Bilic dituntut untuk meremajakan skuad tanpa kehilangan daya saing di level tertinggi. โIni adalah tantangan yang saya nantikan. Saya merasa sepenuhnya siapโsebagai pelatih yang lebih dewasa dan berpengalaman dibandingkan 2006,โ tegasnya.
Bagi pengamat sepak bola, keputusan HNS memanggil Bilic dianggap sebagai langkah aman. Ia dikenal memiliki karakter kuat dan kemampuan memotivasi pemain, namun juga kerap dikritik karena inkonsistensi taktik di level klub. Di sisi lain, Dalic meninggalkan warisan yang sulit ditandingi: ia membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 dan semifinal Nations League. Bilic harus segera membuktikan bahwa ia bisa melanjutkan tren positif tersebut.
Di Indonesia, berita ini menarik perhatian karena Kroasia memiliki basis penggemar yang cukup besar, terutama setelah penampilan impresif mereka di Piala Dunia. Banyak pengamat sepak bola Tanah Air yang membandingkan situasi Kroasia dengan Timnas Indonesia yang juga tengah mencari pelatih baru. โKroasia memilih figur yang sudah terbukti, bukan eksperimen. Ini pelajaran bagi federasi kita untuk tidak tergesa-gesa dalam menentukan pelatih,โ ujar analis sepak bola nasional, Andi Surya.
Ke depan, Bilic akan menghadapi ujian berat pada kualifikasi Euro 2024 dan Piala Dunia 2026. Ia harus mampu mengintegrasikan pemain muda seperti Josko Gvardiol, Lovro Majer, dan Martin Baturina ke dalam skema permainan yang solid. Pertanyaan besarnya: akankah Bilic mampu mengulang kesuksesan Dalic, atau justru menjadi antiklimaks bagi perjalanan Kroasia?



