Zoff Beri Pesan untuk Maldini: Bebaslah Mengikuti Keyakinan, Tanpa Intervensi
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini resmi menjabat direktur teknis FIGC dengan kontrak empat tahun, didampingi Leonardo sebagai penasihat.
- Legenda Italia Dino Zoff menekankan pentingnya otonomi bagi Maldini dalam mengambil keputusan, termasuk pemilihan pelatih.
- Penunjukan ini diharapkan menjadi awal baru bagi Italia yang gagal lolos ke tiga Piala Dunia terakhir.

Legenda sepak bola Italia, Dino Zoff, angkat bicara mengenai penunjukan Paolo Maldini sebagai direktur teknis Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Zoff, yang pernah menjadi kapten timnas Italia peraih Piala Dunia 1982, menegaskan bahwa Maldini harus diberi keleluasaan penuh untuk menjalankan visinya tanpa tekanan dari pihak luar.
Maldini, yang sebelumnya sukses sebagai direktur teknis AC Milan, resmi menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga akhir Piala Dunia 2030. Ia akan didampingi oleh mantan rekan setimnya di Milan, Leonardo, yang berperan sebagai penasihat. Duet ini bekerja sama dengan Giovanni Malago, presiden FIGC yang baru terpilih menggantikan Gabriele Gravina.
Langkah ini disambut sebagai era baru bagi Italia, yang dalam tiga edisi terakhir Piala Duniaโ2010, 2014, dan 2018โgagal melaju ke putaran final. Kegagalan beruntun itu memicu perubahan besar di tubuh federasi, termasuk pergantian presiden dan restrukturisasi jajaran teknis.
Dalam wawancara dengan Il Resto del Carlino, Zoff menyatakan dukungannya terhadap keputusan FIGC. "Ini pilihan yang saya pahami sepenuhnya. Paolo telah memberikan segalanya untuk sepak bola Italia, terutama untuk Milan dan tim nasional. Ia adalah murid saya saat saya melatih, dan saya tidak bisa melupakan ayahnya, Cesare, yang menjadi asisten Bearzot saat saya juara dunia 1982," ujar Zoff.
Zoff menekankan bahwa Maldini adalah figur yang tepat dari segi karakter, kharisma, dan kompetensi. Ia juga mendukung kehadiran Leonardo sebagai penasihat. "Seorang pemimpin harus dikelilingi orang-orang yang dipercayainya. Hal yang sama berlaku untuk pelatih berikutnya. Maldini harus bebas mengikuti keyakinannya, tanpa campur tangan eksternal. Saya tidak punya nama untuk diusulkan sebagai pelatih," tegasnya.
Ditanya soal nasihat untuk Maldini, Zoff menjawab, "Yang terpenting adalah kejelasan peran dan tanggung jawab. Saya tidak meragukan Malago, saya mengenalnya baik. Saya berharap ada kesadaran di seluruh organisasi tentang di mana posisi kita saat ini."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisruh federasi Italia ini bisa menjadi pelajaran. FIGC melakukan perombakan total setelah bertahun-tahun gagal bersaing di level tertinggi. Langkah serupa mungkin relevan bagi PSSI yang tengah berbenah di bawah kepemimpinan baru. Kejelasan peran dan otonomi teknis menjadi kunci agar transformasi berjalan efektif.
Ke depan, tantangan terbesar Maldini adalah membangun kembali fondasi timnas yang kompetitif. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Italia harus segera bangkit. Pertanyaannya, akankah kombinasi Maldini dan Leonardo mampu mengulang kejayaan era Zoff?



